Wasekjen Golkar minta Ketua GMPG tak asal bicara
Merdeka.com - Wasekjen Bidang Hukum dan HAM DPP Partai Golkar Adies Kadir meminta agar Koordinator Gerakan Muda Partai Golkar (GMPG) Ahmad Doli Kurnia tak asal bicara. Ini menanggapi tudingan Doli yang mengaitkan acara disertasi doktoralnya di Universitas Tujuh Belas Agustus Surabaya ditunggangi lobi-lobi Setya Novanto kepada ketua Mahkamah Agung (MA) M Hatta Ali.
"Perlu diluruskan bahwa apa yang dituduhkan Ahmad Doli itu tidak benar. Jangan campur adukkan persoalan politik dengan dunia akademik. Kalau tidak tahu, sebaiknya jangan asal bicara," kata Adies usai menghadiri upacara, Kamis (17/8).
Menurut Adies, dalam ujian disertasi doktoral juga dihadiri sejumlah guru besar bidang hukum sebagai penguji. Dari sepuluh penguji itu memang ada nama Hatta Ali.
"Dan perlu diketahui bahwa kapasitas Hatta Ali dalam disertasi saya yakni sebagai guru besar hukum yang menguji, bukan dalam kapasitas sebagai ketua MA," kata anggota Komisi III DPR tersebut.
Selain itu, lanjut Adies, disamping sepuluh guru besar yang menjadi penguji disertasi doktoral, ada juga penguji non-akademik.
"Ini harus dijelaskan dulu biar Doli paham. Dalam ujian disertasi itu selain ada penguji akademik yang 10 guru besar itu, ada juga penguji non-akademik. Kalau mau tanya kenapa saya undang penguji non akademik juga? Karena ada ketentuan itu di Untag Surabaya, dimana saya diberikan pilihan terbatas untuk mengundang penguji non-akademik yang berkaitan dengan penelitian disertasi saya dan hanya bisa lima orang saja," ujarnya.
"Maka dari itulah saya juga undang penguji non-akademik dari berbagai unsur termasuk unsur pimpinan DPR yang diwakili Setya Novanto sebagai ketua DPR. Kalau saudara Doli tidak percaya dan penuh curiga. Silahkan tanya Rektor Untag Surabaya dan 400-an orang yang hadir menyaksikan saat itu," tantang Adies.
Selain dihadiri Setya Novanto, ujian disertasi doktoral kemarin juga dihadiri sejumlah unsur non-akademik lainnya.
"Selain pak Novanto, saya juga mengundang dari Polri yang diwakili pak Wakapolri Komjen Syafruddin, saya undang juga Jaksa Agung namun beliau berhalangan hadir karena berbarengan dengan acara hari Adhyaksa. Lalu saya juga undang Menkumham tapi beliau tidak hadir karena menjadi saksi acara pernikahan koleganya. Selanjutnya saya juga undang kawan dari unsur Komisi III dan diwakili pak Junimart Girsang. Lalu saya undang juga dari MA," jelasnya.
Adapun alasan dibalik sejumlah unsur tersebut diundang dalam ujian disertasi doktoral kemarin, kata dia, karena disertasi yang diteliti berkaitan dengan dunia hukum dan peradilan.
"Disertasi saya kan judulnya 'Konsep hakim sebagai pejabat negara dalam perspektif 'ius constitutum dan ius constituendum'. Jadi kenapa saya undang penguji non-akademik dari berbagai unsur yang berkaitan dengan disertasi saya.
Diingatkannya kembali, tudingan bahwa disertasi kemarin itu ditunggangi kepentingan tertentu sangatlah tidak berdasar dan merugikannya sebagai akademisi.
"Sebab untuk bisa meraih gelar doktoral itu. Saya harus berdarah-darah selama tujuh tahun, dan mempertahankan desertasi selama 2 (dua) jam untuk mendapatkan itu. Jadi tudingan Doli itu sangat menyakitkan," ujarnya.
Sebelumnya, Koordinator GMPG Ahmad Doli Kurnia dalam berbagai kesempatan menuding dan mencurigai adanya manuver Setya Novanto untuk mempengaruhi ketua MA Hatta Ali dalam kasus korupsi e-KTP. Doli menuding manuver itu dilakukan Novanto saat adanya acara ujian disertasi doktoral salah satu kader Golkar di Untag Surabaya beberapa waktu lalu.
Tak hanya menuding bahkan Doli pun mendatangi ketua MA untuk meminta klarifikasi soal kecurigaan dirinya terhadap manuver Setya Novanto dalam kasus korupsi e-KTP.
(mdk/dan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya