Wakil Ketua MPR Tekankan Pentingnya Kesehatan Jiwa Raga Perempuan untuk Bangun Bangsa

Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat menyoroti krusialnya pemenuhan kesehatan jiwa raga perempuan sebagai fondasi keluarga sehat dan negara kuat. Mengapa hal ini menjadi sorotan utama dalam pembangunan nasional?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Wakil Ketua MPR Tekankan Pentingnya Kesehatan Jiwa Raga Perempuan untuk Bangun Bangsa
Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat menekankan pentingnya Keseimbangan Ilmu dan Iman bagi generasi muda. Ia juga mengingatkan sejarah Majapahit dan Sumpah Palapa yang berlokasi di Mojokerto. (Merdeka.com)

Jakarta, 14 November — Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan jiwa dan raga yang seimbang bagi perempuan merupakan elemen krusial dalam upaya membangun negara yang kuat dan berdaulat. Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah acara pelatihan di Jakarta, Jumat, menyoroti peran sentral perempuan dalam struktur sosial.

Menurut Lestari, perhatian terhadap keseimbangan kesehatan jiwa dan raga perempuan ini dipicu oleh munculnya berbagai permasalahan di masyarakat. Ia menyoroti bahwa banyak isu sosial yang belakangan diberitakan media massa, bila ditelusuri lebih jauh, memiliki akar permasalahan pada kesehatan jiwa.

"Perempuan yang terpenuhi kebutuhannya secara utuh akan melahirkan keluarga yang sehat. Dari keluarga yang sehat akan mewujudkan masyarakat yang kuat dan diharapkan mampu membentuk negara yang kuat dan berdaulat," ujar Lestari Moerdijat, menggarisbawahi dampak positif dari pemberdayaan perempuan secara holistik.

Pentingnya pemenuhan kebutuhan jiwa dan raga perempuan tidak hanya berhenti pada individu, tetapi juga memiliki efek domino yang signifikan terhadap unit terkecil masyarakat, yaitu keluarga. Ketika seorang perempuan memiliki kesehatan mental dan fisik yang prima, ia akan mampu menciptakan lingkungan keluarga yang harmonis dan suportif.

Keluarga yang sehat secara emosional dan fisik menjadi fondasi utama bagi pembentukan masyarakat yang kuat. Kondisi ini secara langsung berkontribusi pada stabilitas sosial dan produktivitas nasional. Oleh karena itu, investasi pada kesehatan jiwa raga perempuan adalah investasi jangka panjang untuk kemajuan bangsa.

Lestari Moerdijat menekankan bahwa perempuan sebagai penjaga kehidupan, harus memiliki kemampuan untuk berhadapan dengan realita sosial yang semakin kompleks. Keseimbangan ini memungkinkan perempuan untuk mengelola tantangan hidup dengan lebih baik, sehingga dapat menjadi pilar utama dalam keluarga dan masyarakat.

Dinamika sosial yang terjadi di masyarakat belakangan ini menunjukkan adanya peningkatan permasalahan yang berkaitan erat dengan kesehatan jiwa. Anggota Komisi X DPR RI dari Dapil II Jawa Tengah ini menyoroti bagaimana akar permasalahan sosial seringkali bermuara pada kondisi mental individu.

Ia memberikan contoh konkret: "Bagaimana seorang pelajar bisa terlibat aksi kekerasan di lingkungan sekolah dengan menggunakan bahan peledak?" Pertanyaan retoris ini menggambarkan urgensi untuk memahami dan mengatasi masalah kesehatan jiwa sebagai akar dari perilaku destruktif di masyarakat.

Oleh karena itu, perhatian terhadap keseimbangan kesehatan jiwa dan raga perempuan menjadi semakin relevan. Perempuan, dengan perannya yang krusial dalam mendidik dan mengasuh, dapat menjadi garda terdepan dalam mendeteksi dan mencegah masalah kesehatan jiwa di lingkungan terdekat mereka.

Menyikapi kompleksitas permasalahan sosial dan pentingnya peran perempuan, pelatihan kesehatan secara holistik menjadi salah satu solusi yang diusulkan. Pelatihan semacam ini dirancang untuk membantu para perempuan membangun energi positif, baik secara mental maupun fisik.

Melalui pendekatan holistik, perempuan diharapkan mampu mengembangkan resiliensi dan keterampilan mengelola stres. Hal ini akan memungkinkan mereka untuk menghadapi berbagai tantangan hidup dengan lebih tenang dan efektif, serta menyebarkan aura positif di sekitarnya.

Dengan demikian, pelatihan ini diharapkan mampu menjadikan perempuan sebagai sumber kekuatan yang tidak hanya bermanfaat bagi dirinya sendiri, tetapi juga bagi keluarga dan masyarakat luas. Peningkatan kualitas kesehatan jiwa raga perempuan secara kolektif akan mendorong terciptanya masyarakat yang lebih tangguh dan berdaya saing.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi