Waketum PAN Minta BPN Prabowo Buka 'War Room' Real Count Pilpres 2019

Kamis, 25 April 2019 16:42 Reporter : Sania Mashabi
Waketum PAN Minta BPN Prabowo Buka 'War Room' Real Count Pilpres 2019 Kasus Syiah Sampang. ©2013 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Bara Hasibuan mendukung Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga untuk buka data penghitungan suara Pilpres 2019 di internal. Hal ini menyikapi tantangan dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) untuk membuka data penghitungan internal BPN.

"Kalau berdasarkan prediksi atau ramalan harus berdasarkan data yang valid ya dan itu memang harus di buka ya. Dan kalau memang itu saya dukung kalau pihak TKN siap untuk membuka war room mereka begitu kan pusat data mereka markas data mereka. Pihak BPN juga harus lakukan hak yang sama," kata Bara di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (25/4).

Menurut Bara, semua pihak memang perlu bersikap transparan dengan data penghitungannya masing-masing. Serta tidak mengklaim kemenangan tanpa data yang valid.

"Ya saya pikir kita harus bersikap transparan ya. Kalau ada klaim itu harusnya klaim berdasarkan data," ungkapnya.

Sebelumnya, PDIP menanggapi serius sikap Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga, yang hingga saat ini tidak mau membuka data hasil perolehan suara, namun main klaim kemenangan sendiri tanpa bawa bukti rekapitulasi.

"Saya dapat informasi kalau BPN sedang lobi Bawaslu untuk dapatkan dokumen C1. BPN juga tidak kompak menyebutkan tempat dimana rekapitulasi dilakukan. Karena itulah wajar, apabila publik menuduh bahwa klaim kemenangan yang dilakukan hanyalah tindakan provokasi tanpa bukti. Setop klaim menang sepihak tanpa hasil rekapitulasi," ucap Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dalam keterangannya, Kamis (25/4).

PDIP mengingatkan bahwa nilai kejujuran merupakan satu indikator moral sederhana dalam politik. Karenanya, masih kata dia, harus ada transparansi rekapitulasi.

"Dengan sikap BPN yang tidak mau transparan dalam rekapitulasi, tidak bersedia diaudit, dan klaim sepihak kemenangan tanpa bukti, hanyalah bukti kuatnya indikasi kebohongan dalam politik," ungkap Hasto. [ray]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini