Tokoh Tionghoa: Situasi Politik Harus Dihadapi Dengan Akal dan Batin
Merdeka.com - Tokoh Tionghoa Kota Malang, Bonsu Anton Triyono mengatakan situasi politik pada Pemilu 2019 harus dihadapi dengan akal dan batin. Manusia sebagai makluk paling sempurna dengan dua elemen tersebut harus dapat menilai sekaligus memposisikan diri dalam situasi seperti sekarang ini.
"Silakan saja berpolitik. Situasinya harus dihadapi dengan akal dan batin. Karena Tuhan menciptkan kita yang sempurna, lebih dari makhluk lain," kata Bonsu Anton Triyono di Klenteng Eng An Kiong, Jalan RE Martadinata Kota Malang, Rabu (30/1).
Kata Bonsu Anton, Tuhan telah menciptakan alam semesta secara bersinergi dari ujung ke ujung. Dari ujung utara sampai selatan, barat dan timur.
"Sehingga manusia harus memahami sebagai ciptaan Tuhan sebagai makhluk yang tersempurna, memiliki akal dan batin. Ini makhluk lain tidak punya. Kita yang mempunyai itu, maka akal dan batin itu harus kita padukan senantiasa," jelasnya.
Akal digunakan berpikir dan belajar ilmu, serta batin untuk belajar agama dan yang bersifat kerohanian. Jika keduanya dipadukan menciptakan situasi yang disebut toto-tentrem (tertata menuju kedamaian).
"Negara telah memberikan hak sipilnya dengan banyak agama yang datang ke sini. Lain suku agama, tapi kita mempunyai Bhineka Tunggal Eka," katanya.
Bonsu Anton juga mengatakan, 2019 bertepatan dengan tahun baru Imlek 2570 yang merupakan Tahun Babi Tanah. Tahun tersebut merupakan simbol wujud tahun uang dan kesuksesan bagi Indonesia.
"Itu lambang tahun uang, insyaAllah negara kita menuju ekonomi yang baik. Kita mungkin negara kelima menuju ekonomi yang berkembang baik, menjadi negara yang mumpung, toto tenteremnya, ekonominya baik dan pembangunannya baik. Akan menjadi suar, perdamaian dunia," tandasnya.
(mdk/ray)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya