Markas Besar TNI menegaskan komitmennya untuk tetap mengirimkan 756 personel baru sebagai rotasi pasukan perdamaian dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Pengiriman ini dijadwalkan pada akhir Mei 2026 mendatang, meskipun muncul desakan agar Indonesia menarik pasukannya, serupa dengan langkah yang diambil pemerintah Malaysia. Kebijakan ini menunjukkan sikap independen Indonesia dalam misi perdamaian PBB.
Komandan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI Mayjen TNI Iwan Bambang Setiawan secara tegas menyatakan bahwa kebijakan luar negeri Indonesia dalam misi PBB bersifat mandiri. Keputusan ini tidak akan dipengaruhi oleh negara lain, termasuk keputusan yang diambil oleh negara tetangga seperti Malaysia. Indonesia memiliki perhitungan dan prioritasnya sendiri dalam menjalankan amanat konstitusi.
Mayjen Iwan menjelaskan bahwa mandat konstitusi Indonesia untuk menjaga perdamaian dunia akan terus berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan oleh Markas Besar PBB. Rotasi pasukan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Indonesia terhadap perdamaian global, yang telah dijadwalkan pada 22 Mei 2026.
Advertisement
Advertisement
Komitmen Indonesia dalam Misi Perdamaian Dunia
Mayjen TNI Iwan Bambang Setiawan menegaskan bahwa Indonesia tidak dapat menyamakan kepentingannya dengan negara lain. Jika Malaysia memiliki pertimbangan sendiri untuk menarik pasukannya, hal itu sepenuhnya diserahkan kepada pemerintah Malaysia. Indonesia berpegang teguh pada prinsip kemandirian dalam menentukan kebijakan luar negerinya.
Komitmen ini sejalan dengan amanat konstitusi Indonesia yang mewajibkan negara untuk turut serta dalam menjaga perdamaian dunia. Oleh karena itu, partisipasi Pasukan Perdamaian TNI Lebanon dalam misi UNIFIL di Lebanon akan terus berlanjut. Kebijakan ini mencerminkan peran aktif Indonesia di kancah internasional sebagai kontributor perdamaian.
PMPP TNI memiliki tugas pokok untuk melaksanakan perencanaan dan penyiapan personel TNI dalam penugasan, pelatihan, dan pendidikan yang berkaitan dengan tugas pemeliharaan perdamaian PBB. Sejak lama, Indonesia dikenal sebagai negara kontributor Pasukan Perdamaian PBB, mengirimkan lebih dari 47.000 prajurit TNI ke berbagai misi perdamaian.
Advertisement
Advertisement
Rotasi Pasukan Perdamaian TNI Lebanon Sesuai Jadwal
Jumlah personel yang akan diberangkatkan ke Lebanon adalah sebanyak 756 prajurit baru. Angka ini sesuai dengan kuota total yang diminta oleh PBB untuk misi UNIFIL. Rotasi ini merupakan prosedur standar untuk memastikan kesiapan dan efektivitas pasukan di daerah misi.
Rencana pemulangan prajurit yang saat ini bertugas di Lebanon akan dilakukan setelah mereka menyelesaikan masa penugasan. Para prajurit tersebut telah bertugas selama lebih dari satu tahun di daerah misi. Rotasi ini penting untuk menjaga kondisi fisik dan mental prajurit.
Mayjen Iwan menyatakan bahwa rotasi akan segera dilaksanakan sesuai dengan waktu penugasan satu tahun di daerah misi. Prajurit yang akan digantikan telah berada di Lebanon selama lebih dari satu tahun. Proses rotasi ini telah direncanakan dengan matang dan akan berlangsung tepat waktu.
Advertisement
Advertisement
Duka dan Harapan untuk Pasukan Perdamaian TNI Lebanon
Pada Maret 2026, tiga personel TNI yang bertugas dalam misi UNIFIL di Lebanon dikabarkan gugur. Mereka adalah Prajurit Kepala Farizal Rhomadhon, Sersan Satu Muhammad Nur Ichwan, dan Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar. Kehilangan ini menjadi duka mendalam bagi seluruh jajaran TNI dan bangsa Indonesia.
Prajurit Kepala Farizal Rhomadhon meninggal dunia akibat serangan artileri tidak langsung di dekat Adchit Al Qusayr, Lebanon selatan, pada Minggu (29/3). Sementara itu, Sersan Satu Muhammad Nur Ichwan dan Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar gugur akibat ledakan kendaraan di dekat Bani Haiyyan pada Senin (30/3).
Dengan gugurnya ketiga personel tersebut, saat ini tersisa 753 prajurit TNI yang masih bertugas di wilayah misi. Mayjen Iwan Bambang Setiawan menyampaikan harapan besar agar seluruh sisa personel dapat menyelesaikan misi dengan baik. Ia juga berharap semua prajurit dapat kembali ke tanah air dengan selamat tanpa kekurangan satu pun.
Advertisement
Sumber: AntaraNews