Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tim Anies-Sandi: Elektabilitas Ahok turun, pendukung lari kemana?

Tim Anies-Sandi: Elektabilitas Ahok turun, pendukung lari kemana? ahok di rumah lembang. ©2016 Merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman

Merdeka.com - ‎Lingkaran Survei Indonesia (LSI) merilis hasil survei tingkat elektabilitas tiga pasangan calon Pilkada DKI Jakarta 2017. Tingkat elektabilitas pasangan Anies Baswedan - Sandiaga Uno memimpin dengan perolehan 31,90 persen.

Sekretaris Tim Pemenangan Anies-Sandiaga Syarif bersyukur saat mengetahui elektabilitas jagoannya mengungguli dua pasangan lainnya. Dia tak menduga upayanya yang belum maksimal ternyata sudah dapat membawa pasangan nomor urut tiga ini menjadi yang terdepan.

‎"Syukur Alhamdulillah ternyata daya pikat warga menanjak. Kita apresiasi publish launchingnya LSI kemarin ini menempatkan Anies unggul," katanya saat dihubungi, Jakarta, Sabtu (19/11).

Dengan hasil survei tersebut, politisi Gerindra ini mengaku timnya tidak akan membuat strategi khusus. Timnya akan berupaya mengikat dukungan suara yang saat ini ada agar tidak beralih ke pasangan calon lainnya.

"Ini keadaan permanen atau insidentil nih? Psikologi politik permanen atau insidentil? Harapan saya permanen. Jadi orang menarik dukungan dari Ahok lalu dipindahkan ke calon nomor tiga. Jadi hasil ini biasa saja. Tapi kan setiap nikmat kan harus disyukuri. Alhamdulillah," jelasnya.

Syarif mencoba menganalisa turunnya elektabilitas Ahok dan dampaknya ke pasangan lainnya. Dia khawatir menurunnya elektabilitas Ahok tidak beralih kepada pasangan Anies-Sandi, melainkan ke pasangan Agus-Sylvi.

"Justru saya agak curiga penurunan elektabilitas Ahok, pendukung Ahok larinya kemana? Tiket penyebarannya bisa juga ke Agus, bisa ke swing voter," tambah Syarif.

Dia juga khawatir menurunnya elektabilitas Ahok justru membuat angka golput membesar. "Saya curiga gejala ini gejala sementara. Sebagai tim kampanye saya membacanya harus kritis. Jangan-jangan ini gejala sementara. Yang agak berbahaya justru menjadi golput. Artinya pendidikan politik kita terancam gagal," tutupnya.

Sebelumnya, elektabilitas Basuki T Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat terjun bebas di survei terbaru Lingkaran Survei Indonesia (LSI) milik Denny JA. Hasil survei menyebutkan, Ahok-Djarot hanya memiliki elektabilitas 10,6 persen pasca didera isu penistaan agama.

Saat survei dilakukan, Ahok memang belum ditetapkan sebagai tersangka. Namun, dalam kuesioner ditanyakan pandangan responden bagaimana jika Ahok ditetapkan sebagai tersangka kasus penistaan agama.

"Pasca penetapan Pak Ahok sebagai tersangka dukungan yang beliau terima elektabilitas itu turun tajam. Yang selama ini jadi penopang utama juga ikut meninggalkan beliau (Ahok)," kata Peneliti LSI, Ardian Sopa, kepada wartawan di kantor LSI, Rawamangun, Jakarta Timur, Jumat (18/11).

Tidak hanya itu, Ardian juga menilai, jika pasangan Ahok-Djarot memiliki potensi untuk dapat tersingkir pada putaran pertama Pilgub DKI pada 15 Februari 2017 mendatang.

Berdasarkan data yang dimiliki LSI, sebelum ditetapkan sebagai tersangka, elektabilitas Ahok berada di 24,6 persen. Sedangkan setelah ditetapkan sebagai tersangka penistaan agama, elektabilitas Ahok anjlok hingga berada di angka 10,6 persen.

"Bukan tidak mungkin potensi yang sangat besar, Ahok akan tergusur di putaran pertama," bebernya.

Namun, lanjutnya, hal ini justru berdampak positif bagi rival Ahok. Seperti elektabilitas pasangan Anies-Sandi yang saat ini memimpin dengan 31,90 persen. Disusul Agus-Sylvi 30,90 persen. Sedangkan sisanya yaitu sebesar 26,60 persen masuk dalam kategori swing voters atau belum menentukan pilihan.

LSI melakukan survei periode 31 Oktober sampai dengan 5 November 2016, dengan menggunakan metode multistage random sampling. Jumlah yang responden yang dimintai pendapat sebanyak 440 orang.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP