Tak Ingin 'Asal Bapak Senang', Sandiaga Kirim Sinyal Ogah Jadi Menteri Jokowi

Senin, 14 Oktober 2019 18:40 Reporter : Ronald
Tak Ingin 'Asal Bapak Senang', Sandiaga Kirim Sinyal Ogah Jadi Menteri Jokowi Sandiaga Uno bertemu Erick Thohir di Young Penting Indonesia. ©Liputan6.com/Johan Tallo

Merdeka.com - Setelah kalah dalam pertarungan Pilpres 2019, Sandiaga Uno banyak menghabiskan waktu untuk berlibur. Dia memilih istirahat dulu dari hingar bingar kehidupan politik.

"Ya pertama-tama ini saya lagi jeda politik. Jadi ini teman-teman media ini yang banyak memberitakan. Saya banyak traveling, terakhir baru pulang dari Korea," katanya di kediamannya, Jalan Pulombangkeng, Jakarta Selatan, Senin (14/10).

Nama Sandiaga salah satu yang disebut bakal mengisi kursi di kabinet pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin. Menurut Sandiaga, pemilihan menteri merupakan hak prerogatif presiden. Namun dia memberi sinyal bakal berada di luar lingkaran pemerintahan.

"Saya meyakini bahwa masih sangat dibutuhkan masukan dari luar pemerintahan, mitra yang kritis konstruktif menyampaikan pesan-pesan yang jelas demi kemajuan bangsa kita, agar Indonesia bisa juga mengejar ketertinggalan ini," katanya.

Dia mencontohkan banyak persoalan negeri ini yang jadi pekerjaan rumah pemerintah. Salah satunya tingkat pengangguran di Indonesia yang disebut berada di level kedua terburuk di Asean. Dia bakal memberikan masukan kepada pemerintah sebagai bagian dari tanggung jawabnya memperbaiki negeri ini.

"Saya bersedia untuk memberikan masukan dari luar pemerintahan. Menyampaikan hal-hal yang seperti pil pahit. Karena kalau sudah di dalam pemerintahan itu nanti di khawatirkan semuanya kan asal bapak senang. Ini yang harus kita sampaikan dalam spirit kebersamaan ini masukan ini harus kita sampaikan juga," bebernya.

Saat ditegaskan kemungkinan Sandiaga menerima atau menolak jabatan menteri, dia kembali menegaskan kalau itu hak Jokowi.

"Jadi, kalau itu kan prerogatif presiden, prerogatif presiden. Ya kita hormati, kita hargai. Ini adalah kita serahkan kalau urusan menteri itu kepada presiden itu murni prerogatif dari presiden, untuk partai koalisi, silakan para ketua umum partai untuk melihat," tegasnya.

"(Secara pribadi menerima atau menolak menteri?) Belum ada pembicaraan itu, jadi kita terlalu jauh berbicara mengenai posisi dan yang lain sebagainya, kita bicara bangsa dulu," ucapnya. [noe]

Topik berita Terkait:
  1. Sandiaga Uno
  2. Kabinet Jokowi
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini