Tahukah Anda? Akademisi Muna Sarniati: Budaya Politik Prabowo Gibran Perkuat Identitas Nasional dalam Setahun Pemerintahan

Akademisi menilai setahun pemerintahan Prabowo-Gibran sukses memperkuat identitas nasional melalui pendekatan **budaya politik Prabowo Gibran**. Simak bagaimana strategi ini diterapkan!

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tahukah Anda? Akademisi Muna Sarniati: Budaya Politik Prabowo Gibran Perkuat Identitas Nasional dalam Setahun Pemerintahan
Survei kepuasan Kinerja Prabowo-Gibran setahun menunjukkan angka tinggi, mencapai 86,4%. Namun, tantangan ekonomi dan hukum masih membayangi. Apa saja pemicunya? (AntaraNews)

Satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mendapatkan sorotan positif dari kalangan akademisi. Akademisi Universitas Karya Persada, Muna Sarniati, menilai bahwa kepemimpinan ini telah berhasil memperkuat identitas nasional. Hal ini dicapai melalui pendekatan budaya politik yang menjadi arah baru dalam pembangunan karakter kebangsaan.

Penilaian tersebut disampaikan Sarniati dalam keterangannya di Jakarta pada Selasa, 21 Oktober. Ia menyoroti upaya serius pemerintah dalam merawat nilai-nilai kebangsaan yang sempat memudar. Pendekatan ini menunjukkan komitmen untuk membangun fondasi negara yang lebih kuat dari dalam.

Menurut Sarniati, program-program yang menyentuh akar budaya, seperti revitalisasi seni tradisional dan penguatan identitas lokal, merupakan bentuk nyata dari politik berbudaya. Langkah-langkah ini tidak hanya fokus pada sektor ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga pada penguatan karakter bangsa.

Pendekatan Budaya Politik sebagai Pilar Pembangunan

Muna Sarniati menjelaskan bahwa pendekatan budaya politik merupakan cara menganalisis dan memahami sistem politik melalui sikap, nilai, keyakinan, serta pengetahuan masyarakat terhadap politik dan pemerintahan. Pendekatan ini memandang bahwa politik tidak hanya dipengaruhi oleh institusi, tetapi juga oleh budaya yang ada dalam masyarakat. Unsur-unsur seperti adat istiadat, mitos, dan doktrin ideologi turut membentuk lanskap politik suatu bangsa.

Keberpihakan pemerintah terhadap kebudayaan dan nilai-nilai lokal dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat fondasi nasional. Di tengah derasnya arus globalisasi yang seringkali mengikis nilai-nilai tradisional, pendekatan ini menjadi krusial. Penguatan identitas nasional ini diharapkan dapat membentengi masyarakat dari pengaruh negatif.

Sarniati menegaskan bahwa pembangunan ekonomi dan infrastruktur harus berjalan seiring dengan penguatan karakter bangsa. Ia menyebutnya sebagai politik yang berakar pada budaya, di mana kemajuan material diimbangi dengan kematangan spiritual dan moral. Hal ini penting untuk menciptakan masyarakat yang berdaya dan berintegritas.

“Satu tahun ini saya melihat ada upaya serius dari pemerintah untuk merawat nilai-nilai kebangsaan yang sempat memudar," ungkap Sarniati, menyoroti komitmen pemerintah dalam menjaga warisan budaya bangsa.

Tantangan dan Harapan untuk Persatuan Nasional

Meskipun demikian, Sarniati juga mengingatkan akan adanya tantangan besar yang masih harus dihadapi, yaitu polarisasi politik di masyarakat pasca-pemilu. Polarisasi ini berpotensi menghambat semangat gotong-royong dan kerja bersama dalam pembangunan nasional. Pemerintah perlu mencari cara efektif untuk menyatukan kembali elemen-elemen bangsa.

“Tantangan terbesar adalah bagaimana merajut kembali persaudaraan kebangsaan. Pemerintah perlu terus mengedepankan pendekatan budaya politik yang inklusif dan merangkul semua kalangan,” tuturnya. Pendekatan yang inklusif dan merangkul semua pihak menjadi kunci untuk mengatasi perpecahan dan membangun konsensus nasional.

Maka dari itu, ia berharap pemerintahan Prabowo-Gibran mampu menjadikan budaya sebagai fondasi utama dalam memperkuat persatuan nasional. Dengan menjadikan budaya sebagai poros, diharapkan nilai-nilai luhur bangsa dapat kembali menjadi perekat sosial. Ini akan membantu menciptakan masyarakat yang harmonis dan bersatu.

Sebagai akademisi dan organisator, kalangan civitas academica menyatakan kesiapan untuk berkontribusi dengan kajian dan aksi nyata. Mereka siap mendukung visi politik berbudaya yang diusung pemerintah. "Dari Muna, kami ingin ikut menjaga semangat Indonesia yang berkarakter dan berdaulat,” ucap Sarniati menegaskan komitmennya.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi