Surya Paloh: NasDem Tidak Akan Lakukan Propaganda Murahan

Sabtu, 9 Februari 2019 04:33 Reporter : Merdeka
Surya Paloh: NasDem Tidak Akan Lakukan Propaganda Murahan Surya Paloh berziarah ke makam Bung Karno. ©Liputan6.com/Ratu

Merdeka.com - Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh berjumpa dengan ribuan kader partainya di Crown Victoria Hotel, Tulungagung, Jawa Timur untuk memberikan pengarahan dalam menghadapi Pilpres 2019. Dalam arahannya, ia menegaskan Partai NasDem akan tetap menjaga kesejukan dalam berpolitik.

Dia mengatakan, NasDem tidak akan melontarkan kebohongan hanya demi elektabilitas. Ia pun mengingatkan para kader dan calon legislatifnya untuk tetap memajukan gagasan pikiran politik tanpa perlu memaksa.

"Kita berjanji pada diri kita, kita tidak akan melakukan propaganda murahan, kita tidak melakukan fitnah, kita tidak memutarbalikkan fakta yang hitam itu putih yang putih itu hitam, dan itu bukan NasDem," katanya di Crown Victoria Crown, Tulungagung, Jawa Timur, Jum'at (8/2).

Surya mengatakan, sebagai partai, Nasdem berkewajiban untuk membangun kesadaran politik di Indonesia. Hal ini juga demi memajukan kehidupan bangsa.

Karenanya, proses pendidikan politik perlu menekankan semangat menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Sebab, telah banyak tersebar pemberitaan di sosial media yang Surya anggap berpotensi memisahkan golongan.

Padahal, perbedaan pendapat merupakan suatu hal yang lazim terjadi dalam sistem demokrasi.

"Mulai terjadi garis pisah seakan-akan politik aliran, golongan, itu jauh melebihi kepentingan politik kebangsaan. Itu yang merisaukan hati kita," tutur Surya.

"Sekali lagi NasDem ini mengajak marilah kita sebuah komponen masyarakat ini, para peserta pemilu boleh pilihannya berbeda, tapi NasDem tetap menjaga dan mengajak kita semua bersaudara," lanjutnya.

Surya menekankan pentingnya menjaga persatuan dalam kontestasi pemilu. NasDem pun menempatkan kepentingan persatuan bangsa di atas kepentingan partainya.

"Bahkan kepentingan persatuan bangsa di atas kepentingan Pilpres, kepentingan keutuhan bangsa di atas kepentingan Pileg. Kalau memang bangsa ini jelas akan runtuh, akan bercerai-berai karena Pilpres, karena Pileg, Ketua Umum NasDem menyatakan lebih baik enggak usah ada Pilpres," ungkapnya.

"Yang lebih perlu dipahami lagi bukan hanya hak yang dibutuhkan negeri ini, tapi juga kewajiban kita. Maka keseimbangan antara hak dan kewajiban inilah proses pendidikan politik yang terus harus kita laksanakan di negeri ini," tandas Surya.

Reporter: Ratu Annisaa Suryasumirat
Sumber: Liputan6.com [fik]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini