Surya Paloh: Cawapres Jokowi harus punya karakter negarawan

Sabtu, 16 Juni 2018 01:46 Reporter : Hari Ariyanti
Surya Paloh: Cawapres Jokowi harus punya karakter negarawan Surya Paloh. ©2018 Merdeka.com/Hari Ariyanti

Merdeka.com - Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh mengusulkan agar cawapres yang akan dipilih Joko Widodo atau Jokowi nanti memiliki karakter negarawan. Itulah salah satu kriteria yang paling pokok untuk seorang calon pemimpin.

"Yang paling pokok bagi kita, saya berharap siapa pun yang dipilih oleh Presiden Jokowi sebagai wakilnya dasar yang paling basic menurut NasDem spirit karakter kenegarawanannya yang paling pokok. Itu dulu baru kualifikasi lainnya," terangnya di DPP Partai NasDem, Gondangdia, Jakarta Pusat, Jumat (15/6) malam.

Ia mengatakan jika cawapres yang dipilih Jokowi nantinya tak memiliki karakter negarawan, pihaknya merasa sedih. "Kalau basic karakternya enggak ada sedikit pun masuk dalam kriteria kenegarawanan, agak sedih NasDem," ujarnya.

Paloh mengatakan Jokowi telah mengantongi nama cawapres yang layak mendampinginya. Hanya saja belum saatnya untuk diumumkan ke publik.

"Saya optimis, saya mempunyai keyakinan Jokowi itu tahu dia. Sudah berulang kali saya katakan, dia pasti sudah memiliki calon wapresnya. Tapi timing-nya belum tepat untuk diumumkan. Itu saja," jelasnya.

Menurutnya Jokowi-lah yang paling tahu siapa yang paling cocok mendampinginya. Sebagai parpol pendukung, NasDem menyerahkan kepada Jokowi untuk memilih cawapres. Namun jika memang akan dimintai saran oleh Jokowi, pihaknya bersedia.

"Dia yang mau jadi presiden, dia yang tahu siapa wakil presiden yang paling cocok untuk dirinya. Sebagai partai pendukung pemerintah, kalau dia tanya atau dia perlu berkonsultasi kira-kira ini saya sudah waktunya untuk mengumumkan calon yang saya yakin tepat, pantas untuk mendampingi saya ke depan, apa pendapat Anda atau pendapat saudara sebagai salah satu pimpinan partai koalisi, itu boleh kita memberikan syarat," paparnya.

Terkait kemungkinan Jusuf Kalla kembali mendampingi Jokowi, Paloh mengatakan jika memang masih memiliki kemampuan menurutnya tak masalah.

"Kalau mau kembali kalau kita tengok langkahnya masih tegak agak mantap sedikit apa salahnya. Kalau langkah agak kurang baik ya sudahlah. Itu tergantung bagaimana tegak langkahnya JK saja. Langkah siap, gagah kita lihat, jalan. Ini langkah agak terseok-seok mau maju lagi, jangan," pungkasnya. [fik]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini