Survei Indo Barometer: Debat Pilgub Sumut sepi penonton, KPU gagal

Selasa, 12 Juni 2018 19:54 Reporter : Yan Muhardiansyah
Debat terbuka Pilgub Sumut. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Ada fakta mengejutkan terkait Pilgub Sumut yang muncul dari hasil survei Indo Barometer. Dua kali debat kandidat yang digelar ternyata sangat minim penonton.

"KPU (Sumut) telah gagal dalam menyosialisasikannya dengan baik. Padahal metode yang bagus untuk mengetahui program calon itu ya dengan debat, bukan dengan baliho," kata Muhammad Qodari, peneliti Indo Barometer di Hotel Santika, Medan, Selasa (12/6).

Berdasarkan survei Indo Barometer, debat kandidat pertama hanya ditonton 4,3 persen responden. Sebanyak 93 persen responden mengaku tidak menonton, sedangkan yang tidak menjawab 2,4 persen.

Kondisinya lebih parah pada debat kedua. Angkanya responden yang menonton menurun drastis menjadi 2,1 persen. Sementara 95,4 persen tidak menonton, dan 2,5 persen tidak menjawab.

"Berbeda sekali dengan Pilkada DKI ( Jakarta) beberapa waktu lalu, penonton debat lebih dari 50 persen. DKI memang yang paling tinggi, daerah lain di bawahnya, tapi Sumut yang paling sedikit, jelas Qodari.

Data dari survei ini cukup mengkhawatirkan, jika program yang ditawarkan kandidat tidak sampai ke calon pemilih, tidak tertutup kemungkinan angka golput tetap tinggi di Sumut. Pada Pilgub Sumut 2013, partisipasi warga hanya 47 persen.

"Saya usul dibuat nonton bareng pada debat kandidat selanjutnya, seperti dilakukan di Jawa Tengah. Bila perlu dibuat jadwalnya agar disesuaikan dengan siaran Piala Dunia," saran Qodari.

Survei ini dilakukan Indo Barometer terhadap 800 responden pada 33 kabupaten/kota di Sumut. Margin error kurang lebih 3,46 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Survei dilakukan pada 26 Mei - 2 Juni 2018. Teknik yang digunakan yakni dengan metode wawancara tatap muka dengan kuesioner. [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini