Survei Indikator: Elektabilitas Puan Maharani Naik

Minggu, 2 Oktober 2022 20:05 Reporter : Fikri Faqih
Survei Indikator: Elektabilitas Puan Maharani Naik Potret Puan Maharani dan Cak Imin. Instagram/@puanmaharaniri ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Tingkat keterpilihan atau elektabilitas sejumlah bakal calon Presiden 2024 mengalami kenaikan dan ada pula yang turun dan stagnan. Demikian terekam dalam rilis hasil survei Indikator Politik Indonesia tentang Pemilihan Partai dan Presiden 2024.

Seperti elektabilitas Ketua DPR RI Puan Maharani. Elektabilitas Ketua DPP PDI Perjuangan itu naik dari sebelumnya 1,3 persen menjadi 3,2 persen dalam simulasi 10 nama, jika pemilihan presiden diadakan sekarang.

Puan yang bakal dicalonkan PDI Perjuangan itu mengalahkan elektabilitas Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yg berada di bawahnya dengan raihan angka 2,2 persen dan Erick Thohir di angka 1,4 persen.

“Beberapa nama mengalami penurunan. Misalnya tren Pak Prabowo turun dibanding survei sebelumnya. Anies juga turun. AHY meningkat dan Mbak Puan juga naik trennya,” kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi di Jakarta, Minggu (2/10).

2 dari 2 halaman

Sementara calon presiden di tiga teratas, hasil survei Indikator masih menempatkan pemain lama yakni Ganjar Pranowo dengan perolehan 30,2 persen, Prabowo Subianto dengan capaian 22,5 persen dan Anies Baswedan 18,2 persen.

Indikator juga mensimulasikan pasangan capres dan cawapres. Namun, hasilnya belum ada yang memenuhi 50 persen suara. “Artinya belum ada pasangan calon yang bisa menang satu putaran,” ujar Burhanuddin.

Selain capres, Indikator juga merilis hasil survei tentang klasemen partai politik peserta pemilu pilihan masyarakat, hasil jajak pendapat terbaru. Hasilnya, PDI Perjuangan masih di puncak dengan 26 persen, Gerindra 11,9 persen, Golkar 9,9 persen, Demokrat 8,3 persen, PKS 7,1 persen, PKB 6 persen, Nasdem 4,4 persen, Perindo 3,9 persen, PPP 2,3 persen dan PAN 1,1 persen.

Survei digelar pada 13-20 September 2022 dengan melibatkan 1.200 warga negara Indonesia (WNI), yang telah memiliki hak pilih, di 34 provinsi sebagai responden. Mereka berasal dari 1.220 sampel yang terpilih dengan metode multistage random sampling.

Para responden diwawancarai secara tatap muka oleh pewawancara terlatih. Lalu, dilakukan quality control secara acak kepada 20 persen dari total sampel atas hasil wawancara. Adapun toleransi kesalahan (margin of error) sekitar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. [fik]

Baca juga:
Survei Indikator: Kejagung Pertahankan Predikat Lembaga Hukum Paling Dipercaya Publik
Survei Indikator: 87,6 Persen Responden Tak Setuju Kenaikan BBM
Survei Indikator: Penahanan Putri Candrawathi Tingkatkan Trust Publik kepada Polri
Survei Indikator Politik: Mayoritas Masyarakat Tidak Setuju Harga BBM Naik
Indikator: Tingkat Kepercayaan Publik ke Polisi Pulih Usai Ferdy Sambo jadi Tersangka
Survei Indikator: Mayoritas Masyarakat Tak Percaya Brigadir J Melakukan Pelecehan
Survei Indikator: 57,3 Persen Masyarakat Percaya Kapolri Tuntaskan Kasus Sambo

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini