Surat Wasiat Prabowo, Antara Keadaan Genting dan Pesan untuk Pendukung

Rabu, 15 Mei 2019 20:36 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
Surat Wasiat Prabowo, Antara Keadaan Genting dan Pesan untuk Pendukung Juru Bicara BPN Dahnil Anzar Simanjuntak. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto mengumpulkan sejumlah ahli hukum untuk membuat surat wasiatnya. Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Dahnil Anzar Simanjuntak menjelaskan, surat wasiat itu akan berisi komitmen Prabowo bersama rakyat.

"Beliau akan berdiri bersama rakyat," ujar Dahnil di Media Center Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan, Rabu (15/5).

Menurut Dahnil, saat ini pendukung Prabowo sangat khawatir nasib Pilpres 2014 akan terulang kembali. Surat wasiat itu dibuat untuk meyakinkan pendukungnya bahwa Prabowo belum menyerah.

"Prabowo ingin menyampaikan pesan bahwasanya 'saya akan terus memperjuangkan keadilan, akan terus memperjuangkan kedaulatan'. Termasuk beliau ingin apapun terjadi bersama rakyat termasuk melalui wasiat itu kalau terjadi apa-apa terhadap saya, saya ingin catatan bahwasanya saya tetap bersama rakyat," ungkapnya.

Eks Ketum PP Pemuda Muhammadiyah tersebut tak menjelaskan rinci maksud dan isi surat wasiat yang akan dibuat Prabowo. Namun, dia hanya menyatakan bahwa surat wasiat ditulis karena keadaan sangat genting.

"Memang sedang genting. Hukum kita diinterprestasi, ada ketidakadilan, macem-macem memang genting," ucapnya.

Isi surat wasiat yang dibuat oleh Calon Presiden (Capres) Prabowo Subianto, hingga kini masih menjadi teka-teki. Bahkan, Cawapres Sandiaga Uno pun mengaku tak tahu isi dari surat wasiat tersebut.

Hal ini dikatakan Sandiaga disela-sela kunjungannya ke rumah Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dunia di Ngagel, Surabaya, Rabu (15/5).

Sandiaga mengatakan, sejak kemarin para ahli hukum sudah dikumpulkan oleh Prabowo. Sebab, dalam konteks ini, Prabowo mau semua tindakannya masih dalam koridor hukum dan dalam jalur konstitusi.

"Surat wasiat, belum ada. Kemarin para ahli hukum dikumpulkan, karena pak Prabowo ingin semua tindakan kita dalam koridor hukum, dalam jalur konstitusi," ujarnya, Rabu (15/5).

Namun, ia menegaskan, Prabowo tetap menyatakan menolak hasil pemilu yang curang. Dikonfirmasi mengenai langkah apa yang akan dilakukan jika tetap tak menerima hasil Pemilu mendatang, Sandiaga mengatakan jika Prabowo masih berbaik sangka.

"Pak Prabowo memang menyatakan dia akan menolak hasil Pemilu yang curang, tapi beliau masih berbaik sangka. Karena masih ada sampai tanggal 22 Mei (penetapan hitung manual KPU), untuk melakukan revisi dan koreksi atas temuan yang sudah kami sampaikan. Kami berharap teman-teman Bawaslu, KPU bisa betul-betul mempertimbangkan harapan masyarakat, Pemilu yang jujur dan adil," katanya. [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini