Mantan Juru Bicara KPK sekaligus Eks Politisi PDI Perjuangan Johan Budi mengaku tidak setuju soal amnesti diberikan Presiden Prabowo kepada Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto. Sebab dia menilai, presiden tengah menjadikan hukum untuk kepentingan politik.
"Saya tidak setuju kalau kewenangan konstitusi yang dimiliki Presiden Prabowo itu digunakan untuk kepentingan politik, rekonsiliasi nasional kan istilahnya," kata Johan saat acara Total Politik, seperti dikutip Minggu (7/12).
Menurut Johan, saat tujuannya konstitusi itu demi poltik, maka maknanya bisa banyak. Apalagi diberikan di perkara korupsi.
"Yang saya soroti dan saya tidak setuju adalah memberikan amnesti untuk rekonsiliasi politik tapi di kasus korupsi. Kalau politik kan bisa banyak hal, tapi kalau amnesti itu saya enggak setuju. tolong dicatat itu," tegas Johan.
Meski tidak setuju dengan amnesti Hasto, namun Johan mengaku setuju dengan keputusan presiden yang memberi pengampunan terhadap Tom Lembong dalam kasus gula dan Ira Puspa Dewi dalam kasus ASDP. Alasannya, karena presiden menggunakan kewenangannya kepada mereka atas nama keadilan masyarakat.
"Tapi kalau yang dua itu (abolisi Tom dan rehabilitasi ira) saya setuju karena konsepnya demi keadilan masyarakat," jelas Johan.
Kritik Johan itu membuat sepak terjangnya sebagai politisi menjadi sorotan. Johan perjalanan karier politik Johan dirangkum merdeka.com dari pelbagai sumber, Minggu (7/12).
Advertisement
Johan Budi Sapto Pribowo, lebih dikenal sebagai Johan Budi, adalah tokoh publik Indonesia yang lahir di Mojokerto pada 29 Januari 1966. Ia memiliki latar belakang yang kaya sebagai jurnalis, juru bicara, dan politikus. Dengan perjalanan karier yang beragam, Johan Budi telah memberikan kontribusi signifikan di berbagai bidang.
Johan Budi menempuh pendidikan di beberapa institusi terkemuka, termasuk Universitas Indonesia, di mana ia meraih gelar sarjana di Fakultas Teknik pada tahun 1992. Ia juga dikenal sebagai sosok yang aktif dalam dunia jurnalistik dan pemerintahan, menjadikannya salah satu tokoh penting di Indonesia.
Karier Johan Budi dimulai sebagai peneliti di LEMIGAS dan berlanjut ke dunia jurnalistik, di mana ia bekerja di berbagai media terkemuka. Ia juga pernah menjabat sebagai juru bicara KPK dan Staf Khusus Presiden Joko Widodo.
Advertisement
Johan Budi menempuh pendidikan dasar hingga menengah di Mojokerto sebelum melanjutkan ke Universitas Indonesia. Berikut adalah rincian pendidikan dan karier awalnya:
- Pendidikan: SDN Kemantren II, SMPN 2 Mojokerto, SMAN 1 Sooko, dan S1 Fakultas Teknik Universitas Indonesia.
- Karier Awal: Peneliti di LEMIGAS (1992–1996) dan jurnalis di Harian Media Indonesia serta Majalah Tempo.
Advertisement
Johan Budi dikenal luas saat menjabat sebagai juru bicara KPK dari tahun 2006 hingga 2014. Dalam periode ini, ia berperan penting dalam mengkomunikasikan berbagai isu terkait pemberantasan korupsi di Indonesia. Beberapa poin penting dari kariernya di KPK dan pemerintahan adalah:
- Menjabat sebagai juru bicara KPK selama delapan tahun, termasuk saat kasus wisma atlet.
- Menjadi Staf Khusus Presiden Joko Widodo di bidang komunikasi dari 2016 hingga 2019.
- Terpilih sebagai anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan pada periode 2019–2024.
Advertisement
Johan Budi telah menerima beberapa penghargaan atas dedikasinya dalam bidang komunikasi dan hubungan masyarakat. Di antaranya adalah:
- Praktisi Terbaik dalam bidang hubungan masyarakat oleh ASEAN Public Relation Network.
- The Golden Speaker dari Rakyat Merdeka Group pada tahun 2013.