Siswa RI Sabet Penghargaan Most Outstanding Delegate di AYIMUN 2026, Soroti Perlindungan Anak di Era Digital

Firmanzah Hazman Novian, siswa SMP Labschool Jakarta, berhasil meraih penghargaan Most Outstanding Delegate di AYIMUN 2026, menyoroti pentingnya perlindungan anak di industri hiburan dan media digital.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Siswa RI Sabet Penghargaan Most Outstanding Delegate di AYIMUN 2026, Soroti Perlindungan Anak di Era Digital
Firmanzah Hazman Novian, siswa SMP Labschool Jakarta, berhasil meraih penghargaan Most Outstanding Delegate di AYIMUN 2026, menyoroti pentingnya perlindungan anak di industri hiburan dan media digital. (AntaraNews)

Firmanzah Hazman Novian, siswa kelas IX SMP Labschool Jakarta, berhasil meraih penghargaan Most Outstanding Delegate di ajang Asia Youth International Model United Nations (AYIMUN) ke-20. Apresiasi tertinggi ini diberikan atas kemampuannya dalam diplomasi, negosiasi, debat, serta pemahaman mendalam tentang isu global. Kegiatan bergengsi tersebut berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 16-19 Januari 2026.

Sebelum berkompetisi, Firmanzah secara intensif mempelajari berbagai isu global yang menjadi tema AYIMUN ke-20. Ia juga mengasah kemampuannya dalam menyusun position paper serta melatih tata cara berdiplomasi dan bernegosiasi. Persiapan matang ini menjadi kunci keberhasilannya dalam ajang internasional tersebut.

Dalam kategori United Nations International Children's Emergency Fund (UNICEF) Junior Council, Firmanzah secara khusus menyoroti topik perlindungan anak. Isu "Ensuring the Protection of Children in the Entertainment and Digital Media Industries" menjadi fokus utama presentasinya. Ini menunjukkan komitmennya terhadap kesejahteraan anak di era digital.

Prestasi Gemilang di Ajang Simulasi PBB Internasional

AYIMUN merupakan Konferensi Simulasi Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) tingkat internasional yang dirancang untuk pelajar dan mahasiswa. Pesertanya berusia antara 11 hingga 25 tahun, bertujuan mempertemukan pemuda dunia. Ajang ini juga mengembangkan keterampilan diplomasi, negosiasi, dan kepemimpinan global.

AYIMUN ke-20 di Kuala Lumpur diikuti sekitar 1.200 pelajar dari lebih 30 negara. Tema yang diangkat pada tahun ini adalah "Diplomacy in Distress: Steering the World Through Crisis and Change". Firmanzah berkompetisi sebagai delegasi Luksemburg dalam kategori UNICEF Junior Council.

Keikutsertaan Firmanzah tidak hanya membawa nama baik sekolah, tetapi juga menunjukkan potensi generasi muda Indonesia. Ia berhasil bersaing dengan delegasi dari berbagai negara. Penghargaan Most Outstanding Delegate menjadi bukti nyata dedikasi dan kemampuannya.

Mendesak Perlindungan Anak di Industri Digital

Dalam sesi UNICEF Junior Council, Firmanzah secara tegas menyoroti isu perlindungan anak di industri hiburan dan media digital. Ia membahas peningkatan paparan anak terhadap konten berbahaya yang tidak sesuai usia. Selain itu, ia juga menyoroti eksploitasi daring yang semakin marak terjadi.

Firmanzah juga mengkritisi lemahnya sistem verifikasi usia di berbagai platform digital. Hal ini memungkinkan anak-anak mengakses konten yang seharusnya dibatasi. Kondisi ini memerlukan perhatian serius dari semua pihak terkait.

Ia menekankan pentingnya peran kolaboratif dari berbagai pihak untuk menciptakan ruang digital yang aman. Negara, perusahaan teknologi, keluarga, dan lembaga internasional memiliki tanggung jawab besar. Sinergi ini diharapkan dapat melindungi anak-anak dari ancaman di dunia maya.

Mengasah Kemampuan Generasi Muda untuk Isu Global

Melalui partisipasinya dalam AYIMUN, Firmanzah berharap dapat memperluas wawasan mengenai diplomasi multilateral. Ia juga ingin meningkatkan kapasitas generasi muda Indonesia dalam merespons isu-isu global. Khususnya, terkait dengan perlindungan anak di ruang digital.

Ajang seperti AYIMUN memberikan kesempatan berharga untuk mengasah berbagai kemampuan. Firmanzah menyebutkan kemampuan analisis, diplomasi, negosiasi, dan kepemimpinan. Selain itu, ia juga melatih perumusan kebijakan internasional.

Lingkungan kompetitif namun edukatif di AYIMUN sangat mendukung pengembangan diri peserta. Pengalaman ini diharapkan dapat memotivasi lebih banyak pemuda Indonesia. Tujuannya agar mereka aktif berkontribusi dalam forum-forum internasional.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi