Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Silon Mati Sebelum Waktunya, Bacalon Bupati Garut Ancam Pidanakan Komisioner KPU

Silon Mati Sebelum Waktunya, Bacalon Bupati Garut Ancam Pidanakan Komisioner KPU

Silon Mati Sebelum Waktunya, Bacalon Bupati Garut Ancam Pidanakan Komisioner KPU

Dua pasangan bakal calon bupati dari jalur perseorangan Aceng Fikri dan Agis Muchyidin menyampaikan keberatan kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Garut. Mereka menilai Komisi Pemilihan Umum (KPU) tidak cermat dalam tahapan pencalonan.

Salah satu persoalan yang disoroti Aceng yakni matinya Sistem Informasi Pencalonan (Silon) sebelum waktunya. KPU Garut juga dinilai minim sosialisasi, bahkan cenderung singkat. Proses dan tahapan yang disampaikan dinilai kurang jelas dan membuat para bakal calon merasa bingung.

Aceng menjelaskan bahwa format dukungan fisik dilakukan atas inisiatif para calon karena KPU Garut tidak memberikan format baku. "Saat sosialisasi tanggal 8 Mei KPU tidak membahas teknis, melainkan hanya membahas proses tahapan," kata Aceng, Rabu (15/5).

Proses sosialisasi pun menurutnya hanya menjelaskan kaitan dengan waktu, tidak berkaitan dengan penyerahan syarat dukungan. 

Dan ketika dinyatakan tidak memenuhi syarat pihaknya tidak diarahkan untuk melakukan perbaikan.

Proses sosialisasi pun menurutnya hanya menjelaskan kaitan dengan waktu, tidak berkaitan dengan penyerahan syarat dukungan. <br>

"Tapi ini dipersilakan ke Bawaslu langsung, divonis seolah dinyatakan tidak lolos. Bawaslu baru hari ini akan ada tanggapannya," katanya.

Bila mengacu pada tahapan yang ditetapkan KPU, jalur perseorangan harus menyerahkan syarat dukungan paling lambat 12 Mei 2024. Hal itu sudah dilakukannya dengan anggapan bila ada kekurangan atau perbaikan bisa dilakukan di tahapan perbaikan persyaratan.

Aceng juga menyikapi sistem informasi pencalonan yang ditutup sebelum waktunya.

“Silon pukul 23.00 sudah ditutup, kan di aturannya ditutup pukul 24.00, ini pukul 23.00 sudah tidak bisa diakses. Kan kita masih ada waktu, bagai mana bisa kita bisa upload banyak jika silonnya mati,” ucapnya.

Bacalon Bupati Garut dari perseorangan lainnya Agis Muchyidin saat dihubungi wartawan mengaku geram dengan matinya Silon sebelum waktunya. Dia bahkan berencana memidanakan komisioner KPU Garut atas Silon yang tak bisa diakses ketika hendak mengunggah syarat dukungan.

Matinya Silon satu jam sebelum waktunya menurutnya menjadi kejanggalan yang harus diungkap. Agus menduga ada kesengajaan dari pihak tertentu untuk menjegal para bakal calon Bupati dan Wakil Bupati dari jalur perseorangan.

Dia mengungkapkan bahwa dengan durasi waktu 1 jam, menurutnya puluhan ribu dukungan bisa terunggah sehingga minimal syarat dukungan terpenuhi. "Ini tentu penghentian (Silon) bisa mengarah ke pidana, lalu ini kan siapa yang menghentikan silon ini. Ini tendesinya ada di daerah sehingga silon harus dilakukan (uji) forensik," jelasnya.

Selain itu, menurutnya ada banyak kejanggalan lain yang dilakukan KPU Garut, salah satunya proses sosialisasi langsung yang baru dilakukan 8 Mei 2024. "Itu sudah irasional, itu sudah tidak logis, itu sudah mempersempit kepada jalur independen untuk mempersiapkan," katanya.

Sidang Putusan Sengketa Pilpres: MK Nilai PKPU Pencalonan Gibran sebagai Cawapres Tidak Melanggar Hukum
Sidang Putusan Sengketa Pilpres: MK Nilai PKPU Pencalonan Gibran sebagai Cawapres Tidak Melanggar Hukum

MK menyampaikan tidak adanya permasalahan dalam proses pencalonan Gibran Rakabuming Raka menjadi Calon Wakil Presiden 2024.

Baca Selengkapnya
Maju Calon Independen di Pilgub Sumut, Butuh Berapa Dukungan KTP?
Maju Calon Independen di Pilgub Sumut, Butuh Berapa Dukungan KTP?

KPU membuka peluang bagi calon perseorangan untuk maju dalam Pilkada serentak 2024

Baca Selengkapnya
KPU Serahkan Alat Bukti Tambahan Berupa Formulir D Kejadian Khusus
KPU Serahkan Alat Bukti Tambahan Berupa Formulir D Kejadian Khusus

Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menyerahkan alat bukti tambahan berupa formulir D Kejadian Khusus tingkat kecamatan seluruh Indonesia kepada Mahkamah Konstitusi.

Baca Selengkapnya
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Dua Mantan Bupati Garut Daftar Pilkada Jalur Perseorangan, Salah Satunya Aceng Fikri
Dua Mantan Bupati Garut Daftar Pilkada Jalur Perseorangan, Salah Satunya Aceng Fikri

Ada empat orang yang mendaftar melalui aplikasi Sistem Informasi Pencalonan (Silon).

Baca Selengkapnya
Terbukti Pindahkan Perolehan Suara Caleg, Dua Petugas PPK di Lumajang Hanya Diberi Peringatan Keras
Terbukti Pindahkan Perolehan Suara Caleg, Dua Petugas PPK di Lumajang Hanya Diberi Peringatan Keras

Dua petugas Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di Kabupaten Lumajang terbukti memindahkan suara caleg. Mereka hanya dijatuhi sanksi peringatan keras.

Baca Selengkapnya
Anggota Komisi III Sebut Pengganti Firli Bahuri Harus Lewat Pansel Sesuai UU KPK
Anggota Komisi III Sebut Pengganti Firli Bahuri Harus Lewat Pansel Sesuai UU KPK

Menurutnya, perlu digarisbawahi bahwa pada saat para calon tak terpilih tersebut mengikuti proses pemilihan.

Baca Selengkapnya
KPU Garut Gugurkan Seluruh Paslon Jalur Perseorangan Termasuk Aceng Fikri
KPU Garut Gugurkan Seluruh Paslon Jalur Perseorangan Termasuk Aceng Fikri

Tiga paslon yang resmi mendaftar itu adalah Aceng Fikri-Dudi Darmawan, Agus Supriyadi-A Miraz MS, dan Agus Muchyidin-Salman Alfarisi

Baca Selengkapnya
Ketua KPU Dinyatakan Langgar Etik Karena Pencalonan Gibran, DKPP Sebut Tak Pengaruh Pencalonan Cawapres
Ketua KPU Dinyatakan Langgar Etik Karena Pencalonan Gibran, DKPP Sebut Tak Pengaruh Pencalonan Cawapres

Ketua KPU Diputuskan Langgar Etik Karena Pencalonan Gibran, DKPP Sebut Tak Pengaruh Pencalonan Cawapres

Baca Selengkapnya
Dua Caleg Parpol Ini Tak Bisa Ikut Pemilu 2024, Padahal Sudah Masuk Daftar Calon Tetap
Dua Caleg Parpol Ini Tak Bisa Ikut Pemilu 2024, Padahal Sudah Masuk Daftar Calon Tetap

KPU akan menyampaikan pada Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di dapil 4.

Baca Selengkapnya