Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

KPU Garut Gugurkan Seluruh Paslon Jalur Perseorangan Termasuk Aceng Fikri

KPU Garut Gugurkan Seluruh Paslon Jalur Perseorangan Termasuk Aceng Fikri

KPU Garut Gugurkan Seluruh Paslon Jalur Perseorangan Termasuk Aceng Fikri

Seluruh kandidat dinyatakan tidak memenuhi syarat minimal dukungan.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Garut menggugurkan tiga pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Garut dari jalur perseorangan. Alasannya, seluruh kandidat dinyatakan tidak memenuhi syarat minimal dukungan.


Divisi Teknis Penyelenggaraan pada KPU Garut, Dedi Rosadi menjelaskan, tiga pasangan bakal calon dari jalur perseorangan memang tidak memenuhi batas ambang yang ditentukan.

KPU akhirnya mengembalikan berkas dokumen syarat yang sebelumnya diberikan ketiga pasangan yang mendaftar.

"Ketiga pasangan balon tersebut yakni Aceng Fikri-Dudi Darmawan, Agus Supriadi-A Miraz MS, dan Agis-Salman Alfarisi," kata Dedi.

Kekurangan dukungan diketahui setelah pihak KPU melakukan pengecekan dan penghitungan.

Hasilnya, tidak ada satupun pasangan calon yang memenuhi batas ambang minimum untuk pencalonan.

"Berdasarkan hasil verifikasi dengan menghitung dokumen syarat dukungan, pasangan bakal calon Aceng Fikri-Dudi Darmawan hanya ada 98.292, Agis- Salman Alfarisi 109.275, dan Agus Supriadi-A Miraz MS 1,” ungkanya.

Mengacu aturan yang berlaku, pasangan bakal calon dari jalur perseorangan harus memiliki dukungan minimal 129.939 dan tersebar di minimal 22 kecamatan dari total 42. Sementara, tiga pasangan bakal calon itu, beberapa di antaranya hanya memenuhi sebaran kecamatannya saja.


Dengan keputusan itu, ketiga pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati dari jalur perseorangan dapat dipastikan tidak bisa ikut Pilkada garut 2024. Itu karena mereka tidak memiliki lagi waktu untuk melakukan perbaikan karena melewati batas yang ditetapkan.

Sebelumnya, Ketua KPU Garut Dian Hasanudin menyebut bahwa hingga batas akhir pencalonan dari jalur perseorangan setidaknya ada tiga pasangan calon yang resmi mendaftar dari enam yang sempat masuk di Sistem Informasi Pencalonan (Silon).


Untuk tiga paslon yang resmi mendaftar itu adalah Aceng Fikri-Dudi Darmawan, Agus Supriyadi-A Miraz MS, dan Agus Muchyidin-Salman Alfarisi. Meski sudah resmi, menurutnya ketiganya belum memenuhi jumlah dukungan minimum yang disyaratkan.

"Kami akan menghitung jumlah dukungan yang mereka kumpulkan secara fisik terlebih dahulu. Ini memerlukan waktu karena kami harus melakukan verifikasi terhadap jumlah dan sebaran dukungan di seluruh kecamatan," sebutnya.


Adapun batas minimum dukungan yang dibutuhkan untuk pasangan calon dari jalur perseorangan untuk Pilkada Garut adalah 129.939 dengan dukungan yang tersebar di minimal 22 kecamatan dari total 42 kecamatan di Kabupaten Garut.

“Jika jumlah dan sebaran dukungan yang diserahkan oleh tiga pasangan calon jalur perseorangan ini memenuhi persyaratan maka KPU akan memberikan nota penerimaan. Namun, jika tidak memenuhi syarat, KPU akan menyatakan pasangan calon tersebut tidak memenuhi syarat,” ucapnya.

“Bagi pasangan calon yang dukungannya tidak memenuhi syarat, KPU memberikan waktu 3 x 24 jam untuk mengupload daftar dukungan di dalam aplikasi Silon. Jika dalam batas waktu yang ditentukan tidak mengupload, dokumen syarat dukungan akan dikembalikan dan pasangan calon tersebut akan dinyatakan gugur,” pungkasnya.

KPU Ajak Perwakilan Asing Lihat Langsung Pemungutan dan Perhitugan Suara Pemilu
KPU Ajak Perwakilan Asing Lihat Langsung Pemungutan dan Perhitugan Suara Pemilu

Para peserta akan diajak KPU RI melihat langsung pemungutan dan penghitungan suara.

Baca Selengkapnya
Tak Penuhi Syarat, Dua Paslon Bupati Bogor Gagal Daftar Jalur Independen
Tak Penuhi Syarat, Dua Paslon Bupati Bogor Gagal Daftar Jalur Independen

Tiga paslon yakni Tb Luthfie Syam - Cecep Miftahudin, Santoso - Kusnawan dan Gunawan Hasan - Rudi Harianto.

Baca Selengkapnya
KPU Segera Bentuk Badan Ad Hoc, Begini Cara Pendaftaran Calon Peserta Pilkada
KPU Segera Bentuk Badan Ad Hoc, Begini Cara Pendaftaran Calon Peserta Pilkada

Pembentukan badan ad hoc untuk Pilkada Serentak 2024 terdiri dari PPK, PPS di tingkat desa dan kelurahan serta KPPS.

Baca Selengkapnya
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
KPU Ungkap Syarat Minimal KTP yang Harus Dikantongi Cagub DKI Jalur Independen
KPU Ungkap Syarat Minimal KTP yang Harus Dikantongi Cagub DKI Jalur Independen

KPU Ungkap Syarat Minimal Suara yang Harus Dikantongi Cagub DKI Jalur Independen

Baca Selengkapnya
Besok, KPU Serahkan Kesimpulan Sengketa Pilpres 2024 ke MK
Besok, KPU Serahkan Kesimpulan Sengketa Pilpres 2024 ke MK

"Besok kesimpulan akan kita sampaikan," ujar Anggota KPU RI, Mochamad Afifuddin

Baca Selengkapnya
KPU Serahkan Alat Bukti Tambahan Berupa Formulir D Kejadian Khusus
KPU Serahkan Alat Bukti Tambahan Berupa Formulir D Kejadian Khusus

Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menyerahkan alat bukti tambahan berupa formulir D Kejadian Khusus tingkat kecamatan seluruh Indonesia kepada Mahkamah Konstitusi.

Baca Selengkapnya
PDIP Gugat KPU ke PTUN, Minta Coret Prabowo-Gibran
PDIP Gugat KPU ke PTUN, Minta Coret Prabowo-Gibran

Perbuatan melawan hukum itu menjadi satu kesatuan perbuatan yang bermuara pada perolehan hasil pilpres, yang pada akhirnya memenangkan Prabowo-Gibran.

Baca Selengkapnya
KPU Serahkan ke Bawaslu Jika Ada Temuan Kecurangan Pemilu
KPU Serahkan ke Bawaslu Jika Ada Temuan Kecurangan Pemilu

Banyaknya pihak yang mengawasi setiap proses pemungutan dan perhitungan suara.

Baca Selengkapnya
Ketua KPU Bicara Persiapan Hadapi Sengketa Pemilu 2024 di MK
Ketua KPU Bicara Persiapan Hadapi Sengketa Pemilu 2024 di MK

Bagi pihak yang merasa keberatan hasil Pemilu 2024, dapat segera melaporkan ke MK dalam kurun waktu 3X24 jam.

Baca Selengkapnya