Setelah Nasdem, Golkar Usung Danny Pomanto di Pilkada Makassar

Minggu, 8 Maret 2020 20:02 Reporter : Salviah Ika Padmasari
Setelah Nasdem, Golkar Usung Danny Pomanto di Pilkada Makassar Bakal Calon Walii Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Partai Golkar resmi menyerahkan rekomendasi dalam bentuk surat tugas ke DPD II Partai Golkar Makassar yang memuat penetapan Mohammad Ramadhan Pomanto alias Danny Pomanto sebagai calon kepala daerah Makassar diusung Partai Golkar dalam Pilkada serentak 2020.

Tak hanya Makassar, Partai Golkar memberikan surat tugas kepada 10 bakal calon (bacalon) kepala daerah yang akan menggelar pilkada serentak di Provinsi Sulawesi Selatan.

Kesepuluh bacalon tersebut masing-masing Moh Ramdhan Pomanto (Kota Makassar), Yohanis Bassang (Kabupaten Toraja Utara), Hamzah Pangki (Kabupaten Bulukumba), Indah Putri Indriani (Kabupaten Luwu Utara), Thoriq Husler (Kabupaten Luwu Timur). Selanjutnya, Basli Ali (Kepulauan Selayar), Ilham Zainuddin (Kabupaten Pangkep), Malkan Amin (Kabupaten Barru), Tajerimin (Kabupaten Maros), dan Kaswadi Razak (Kabupaten Soppeng).

Penyerahan rekomendasi ini diserahkan langsung ketua umum DPP Partai Golkar, Airlangga Hartarto dalam kegiatan bertajuk Tasyakuran dan Deklarasi Pilkada 2020 di gedung Celebes Convention Center (CCC), Makassar, Minggu, (8/3). Selain Airlangga, hadir jajaran pengurus DPP Partai Golkar lainnya seperti Agus Gumiwang dan Nurdin Halid.

Airlangga menegaskan, ada banyak provinsi yang melaksanakan pilkada termasuk Sulsel. Melalui momen pilkada serentak di seluruh kabupaten/kota di Indonesia, sekecil apapun peluang, harus ada semangat membangkitkan Golkar.

"Kita punya provinsi (Sulsel) yang akan ikut pilkada, bupati wali kota. Sebagai pendukung harus siap memenangkan Partai Golkar, dan Sulsel menjadi basis kekuatan di wilayah timur," tegasnya.

Menteri Koordinator Perekonomian itu menekankan, partai perlu direfresh atau disegarkan kembali dan didorong lebih kuat agar pesannya sampai kepada masyarakat.

"Harus didelivery (diantarkan). Kita tunggu 'impact' tahun 2020 untuk menjadi kunci kemenangan pada 2024 nanti," ucapnya.

Sementara Ketua DPD I Golkar Sulsel, Nurdin Halid menegaskan, dari 12 kabupaten/kota yang akan melaksanakan pilkada serentak, Partai Golkar menargetkan kemenangan 70 persen.

"Dari 12 kabupaten/kota, Golkar siap memenangkan pilkada 70 persen atau delapan kabupaten kota," paparnya di hadapan Ketua Umum.

Ketua Umum Dekopin itu pun menegaskan, dengan pemberian surat tugas itu, tidak ada lagi kepentingan pribadi, semua harus dengan keputusan partai.

"Kader, simpatisan dan loyalis tidak boleh lagi membawa kepentingan pribadi. Saya sudah menyampaikan kepada majelis dewan etik, bila mana ada kader mementingkan kepentingan pribadi dari kepentingan partai akan diproses," tegasnya.

1 dari 2 halaman

Danny Pomanto dan Anak Nurdin Halid

dan anak nurdin halid rev1

Surat dengan map kuning berlogo Partai Golkar itu diterima langsung Danny Pomanto, eks Walikota Makassar periode 2014-2019.

Sebelumnya, Danny Pomanto telah mendeklarasikan diri akan maju lagi pada Pilkada 2020 nanti melalui jalur partai setelah partainya, Partai Nasdem resmi keluarkan rekomendasi usungan kepadanya. Hal ini diumumkan dalam kegiatan Musyawarah Rakyat yang digelarnya 22 Februari lalu.

Dengan demikian, setelah jatuh rekomendasi Partai Golkar ke tangan Danny Pomanto meski sifatnya masih sementara, eks walikota itu kini mengantongi usungan dari dua partai sehingga kursi di DPRD Makassar telah mencukupi untuk maju sebagai calon walikota, yakni 10 kursi.

"Meski sifatnya masih rekomendasi sementara, saya tetap optimis," ucap Danny.

Danny Pomanto mengakui dua rekomendasi yang telah dikantonginya yakni dari Partai Nasdem dan Golkar adalah rekomendasi jomblo atau rekomendasi tunggal, belum disandingkan pasangan wakilnya. Dia belum menyatakan secara resmi calon pasangan pendamping wakilnya.

"Ini kan namanya surat penetapan sementara (surat tugas). Jadi baru satu orang (Andi Zunnun). Makanya dibilang saya masih jomblo (sendiiri)," kata pria disapa akrab Danny Pomanto.

Bagi dia, itu justru bagus karena akan lebih terbuka ruang komunikasi antara kedua partai ini.

Ada wacana paket pasangan Danny Pomanto dengan Andi Zunnun sebagai wakil. Andi Zunnun adalah anak kandung Nurdin Halid yang kini Ketua DPD I Golkar Sulsel.

Kepada wartawan, Danny Pomanto mengungkapkan saat ini belum ada kepastian siapa yang bakal mendampinginya, sebab masih ada ikatan dari partai koalisi.

"Saya kira seperti itu, mudah-mudahan akan bisa berjalan dengan baik. Lagipula tidak duet pun seperti itu tidak mengurangi persiapan kami. Dua partai sudah cukup. tapi kan harus disolidkan sama-sama," katanya menanggapi.

Disinggung soal Zunnun mengingat nilai tawar politik Golkar untuk mencukupkan syarat minimal 10 kursi yang ditetapkan KPU Makassar, dia mengaku akan dibicarakan.

"Itu kan semua partai koalisi yang akan bicara. Saya kira hampir semua, juga usulan ke saya itu, rata-rata milenial. Dan saya kira dinda Zunnun adalah salah satu yang terkuat, jadi cuma dia kan," katanya.

Menyambung kembali soal berpasangan dengan Zunnun, Danny menyampaikan bahwa untuk memastikan pasangan itu butuh surat penetapan, termasuk dari Partai Golkar.

Mantan Wali Kota Makassar ini menjelaskan, saat ini sudah dua partai yang memberikannya surat tugas. Yakni Partai NasDem (enam kursi) dan Golkar (lima kursi). Soal wakil masih digodok, karena masih menunggu peluang partai lain bergabung.

"Kita ada empat partai yang secara intens komunikasi politiknya sangat baik. Soal jadwal deklarasi. Saya kira setelah kita menunggu partai-partai lengkap. Meskipun ini sudah lengkap, tapi kita tetap buka pintu untuk partai-partai yang ingin bergabung," bebernya.

2 dari 2 halaman

Dukungan NasDem

rev1

Pilwalkot Makassar 2020 ini, Danny Pomanto tidak maju melalui jalur perseorangan sebagaimana pada Pilwalkot 2018 lalu. Dia menggunakan kendaraan partai politik.

Keputusan Danny diumumkan saat Musyawarah Rakyat yang dibanjiri ribuan warga di gedung Celebes Convention Centre (CCC), Sabtu (22/2). Bukan hanya ribuan warga hingga tingkat RT/RW, kegiatan itu juga dihadiri banyak petinggi partai antara lain NasDem, Golkar, PPP, PDIP dan Demokrat.

"Semua partai kita undang hadir. Kita mau mempersatukan partai dan rakyat karena tahun 2018 lalu partai dan rakyat terpisah. Dengan kemenangan kotak kosong tahun 2018 itu, bukti ada perlawanan rakyat yang luar biasa. Pilwalkot 2020 ini, rakyat bersama-sama partai. Tadi dalam Musyawarah Rakyat tadi, rakyat meminta saya maju lagi lewat jalur partai dan saya putuskan jalur partai bukan jalur perseorangan," tandas Danny Pomanto.

Eks wali kota yang juga akrab disapa DP, akronim dari namanya, Danny Pomanto ini percaya diri maju lewat partai setelah partainya, Partai NasDem turunkan rekomendasi dukungan kepadanya dan memberinya kewajiba untuk berkomunikasi dengan partai lain guna menambah dukungan membangun koalisi.

Untuk maju sebagai calon wali kota, butuh 10 akumulasi kursi di DPRD Makassar dan Partai NasDem, salah satu partai pemegang enam kursi di DPRD Makassar.

Rudianto Lallu, wakil ketua DPW Partai NasDem Sulsel mengatakan, Danny Pomanto adalah kader Partai NasDem. Dia juga Wali Kota Makassar periode sebelumnya dan menurut survei kuat secara elektoral. Karena itu, imbuh Rudianto Lallo, Partai NasDem terdepan mengeluarkan rekomendasi mengusung Danny Pomanto.

"Kalau ditanya kenapa harus Danny, tentu karena NasDem harus mengusung kader. Yakni kader yang menurut semua lembaga survei, punya survei tinggi. Dan saya kira di Pilwalkot Makassar nanti, NasDem akan menangkan," tandas Rudianto Lallo. [noe]

Baca juga:
Pilkada Kota Makassar 2020 Dipastikan tanpa Calon Independen
NasDem Usung Danny Pomanto Kembali Maju Pilwalkot Makassar
Ogah Jalur Independen, Irman Yasin Limpo Maju Pilkada Makassar Lewat Partai
Dilaporkan Aksa Mahmud, eks Jubir Danny Pomanto nilai kasusnya politis
Gakkumdu Sulsel putuskan Danny Pomanto tak terlibat kasus kotak kosong

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini