Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sering main media sosial, Ridwan Kamil mampu pikat generasi millenial

Sering main media sosial, Ridwan Kamil mampu pikat generasi millenial Ridwan Kamil. ©2017 Merdeka.com/Dian Rosadi

Merdeka.com - Dibandingkan dengan calon gubernur Jawa Barat lainnya, posisi elektabilitas Ridwan Kamil masih tergolong cukup tinggi. Wali Kota Bandung yang akrab disapa Kang Emil ini dinilai memiliki citra positif yang kuat di mata generasi milenial. Tertutama kelas menengah.

"Terbukti Kang Emil ini punya elektabilitas tinggi dan punya peluang mengungguli yang lain," ujar Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia (UAI), Ujang Komarudin, Kamis (28/12).

Ujang juga menuturkan, salah satu kekuatan Ridwan Kamil adalah kemampuannya yang apik saat menjaring para generasi milenial. Terutama anak muda yang melek sosial media.

Menurut Ujang, saat ini Ridwan Kamil diuntungkan dengan pemilih dari generasi millinial. Misalnya, sedari awal kerja dan kinerjanya selalu diunggah di media sosial. Sehingga aktifnya dia di media sosial membuat tertarik para kaum muda.

"Karena dia sudah lama memainkan media sosial, sudah lama mempublikasinya kinerjanya sebagai Wali Kota Bandung, dan terbukti dia berhasil dengan caranya di sosmed," katanya.

Karena itu, Ujang meyakini, saat nanti bertarung di Pilgub Jawa Barat, Ridwan Kamil sudah tak perlu lagi membangun jaringan sosial medianya dari nol. Sebab, dia sudah 'berinvestasi'.

"Imbasnya Kang Emil bisa kebanjiran suara dari para generasi millenial. Saya pikir, itu yang menjadi persoalan bagi lawan-lawannya," paparnya.

Sekadar informasi di Pilgub Jawa Barat, Ridwan Kamil mendapatkan dukungan dari tiga partai politik. Mereka adalah Partai NasDem, PKB dan PPP.

Di sisi lain, ada Sudrajat dan Ahmad Syaikhu yang diusung Gerindra, PKS dan PAN. Sementara Golkar merapat ke Demokrat mengusung Dedi Mulyadi dan Deddy Mizwar, namun belum ditentukan siapa cagub dan cawagubnya.

Tinggal PDIP yang belum memastikan jagoannya. Tapi PDIP bisa mengusung sendiri tanpa harus koalisi karena modal 20 kursi DPRD DKI Jakarta.

(mdk/rnd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP