Sekjen PDIP soal Dana Pilgub DKI 2012: Politik Enggak Ada Investasi

Rabu, 23 Januari 2019 19:01 Reporter : Ahda Bayhaqi
Sekjen PDIP soal Dana Pilgub DKI 2012: Politik Enggak Ada Investasi Hasto Kristiyanto. ©2017 Merdeka.com/andrian salam wiyono

Merdeka.com - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto membantah dana pencalonan Joko Widodo (Jokowi) di Pilkada 2012 berasal dari kantong adik Prabowo, Hashim Djojohadikusumo. Hasto menyebut pihaknya siap diaudit soal duit tersebut.

"Memang enggak ada bayar membayar. Pilkada ini adalah pertarungan gagasan. Jadi kami punya bukti kami siap diaudit," ujarnya di Hotel Sahid, Jakarta Pusat, Rabu (23/1).

Hasto menyebut kemenangan Jokowi di 2012 berkat gotong royong. Bukan karena investasi politik. Dia mengklaim gotong royong itu adalah berkat rakyat.

"Bagi kami enggak ada bayar membayar. Politik enggak ada investasi. Untuk mencari pemimpin yang terbaik kami bergotong royong kami bekerja keras kami memeras keringatan kami karena kami yakin Pak Jokowi adalah orang baik," jelasnya.

Sebelumnya, Adik kandung Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo menyesalkan pernyataan Jokowi terhadap Prabowo Subianto di debat perdana capres cawapres soal maju di Pilgub DKI pada 2012 lalu tanpa biaya. Hashim blak-blakan membeberkan saat itu Jokowi memang tak mengeluarkan sepeser pun karena dibiayai oleh dirinya.

"Pak Jokowi tidak keluarkan uang karena uangnya dari saya. Uangnya dari saya itu kenyataan itu. Saya kira ya maaf ya tidak benar itu," kata Hashim di media center Prabowo-Sandi, Senin (21/1) malam.

"Maka saya heran waktu di debat kok enggak pakai uang, maaf ya ini tidak logis. Di Indonesia untuk setiap pencalonan harus ada uang, untuk bayar saksi itu berapa, minimal Rp 100 ribu atau Rp 300 ribu," sambungnya. [eko]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini