Sekjen PAN Bantah Amien Rais Paksa PP Muhammadiyah Dukung Paslon Pilpres Tertentu

Rabu, 21 November 2018 22:54 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
Sekjen PAN Bantah Amien Rais Paksa PP Muhammadiyah Dukung Paslon Pilpres Tertentu Sandiaga dan Eddy Soeparno di Pasar Anyar. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Sekjen Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno menampik jika Ketumnya Amien Rais mengarahkan organisasi PP Muhammadiyah untuk mendukung salah satu paslon Pilpres tertentu. Menurutnya, Amien hanya memberi usulan dengan kapasitas sebagai Penasihat Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

"Sebagai tokoh Muhammadiyah, sebagai salah seorang orang yang dituakan di Muhammadiyah dan pernyataan tersebut sebuah nasihat," katanya saat jumpa pers di Jl Daksa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (21/11) malam.

Eddy meluruskan, sikap Amien Rais hanya mengajak kader kader Muhammadiyah yang punya hak politik untuk memilih dan bukan bermaksud memaksa PP Muhammadiyah menyatakan sikap resmi mendukung paslon Pilpres tertentu.

"Dalam hal ini agar kader kader Muhammadiyah bukan Muhammadiyah sebagai institusi, kader kader Muhammadiyah itu menetapkan hatinya ke salah satu pasangan calon dan tidak dibiarkan kader kader ini menentukan pilihan berdasarkan hak kebebasan pilih yang dimiliki," terang Eddy.

"Mungkin saya gak bisa mengomentari karena saya dalam hal ini berbicara atas nama partai, bukan atas nama Muhammadiyah," tandasnya.

Sebelumnya, Penasihat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Amien Rais menegaskan akan menjewer Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir jika organisasinya tidak bersikap pada Pemilihan Presiden 2019.

"Di tahun politik, tidak boleh seorang Haedar Nashir memilih menyerahkan ke kader untuk menentukan sikapnya di pilres. Kalau sampai seperti itu, akan saya jewer," ujar Amien Rais, di sela Tablig Akbar dan Resepsi Milad ke-106 Masehi Muhammadiyah di Islamic CenterSurabaya, Selasa (20/11).

Menurut dia, bukan merupakan fatwa jika pimpinan menyerahkan sendiri-sendiri ke kader kepada siapa suaranya akan diberikan, sehingga dibutuhkan ketegasan demi terwujud pemimpin yang sesuai harapan.

PP Muhammadiyah, kata dia, tidak boleh diam saja atau tidak jelas sikapnya untuk menentukan pemimpin bangsa ini pada periode 2019-2024. [ded]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini