Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sekjen Golkar: Saya tidak dengar Airlangga bilang mau jadi Wapres

Sekjen Golkar: Saya tidak dengar Airlangga bilang mau jadi Wapres Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto. ©2018 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Merdeka.com - Hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menunjukkan elektabilitas Golkar menanjak tajam. Tingkat keterpilihan Golkar kini berada di posisi kedua setelah PDI Perjuangan.

Meski elektabilitas melonjak, Golkar belum berpikir untuk mengusung calon Wakil Presiden di Pilpres 2019. Partai berlambang pohon beringin ini ingin fokus memenangkan Jokowi kembali sebagai Presiden di Pilpres mendatang.

"Partai Golkar sejak awal Munaslub sudah merencanakan mendukung Jokowi untuk Pilpres 2019 dan tidak punya wacana untuk mencapreskan atau mencari wapres di kita (Golkar)," ujar Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar Lodewijk Fredrich Paulus di Kantor DPP Golkar, Jakarta, Kamis (25/1).

Saat ini, nama Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto mulai disebut sebut bakal menjadi calon Wakil Presiden mendampingi Jokowi di Pilpres 2019. Lodewijk tidak ingin berkomentar jauh. Dia menyerahkan sepenuhnya kepada Jokowi untuk menentukan siapa calon wakilnya nanti.

"Tergantung Jokowi nanti, kita nggak nyodor-nyodorkan diri," ucapnya.

"Saya juga tidak mendengar pak Airlangga bilang mau jadi wapres. Dia fokus mendukung Jokowi," sambung dia.

Berdasarkan hasil survei LSI Denny JA pada 7 hingga 14 Januari 2018, elektabilitas Golkar berada pada angka 15,5 persen. Angka ini menyusul PDI Perjuangan yang berada pada persentase sebesar 22,2 persen.

LSI Denny memprediksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Golkar akan menguasai pemilu legislatif 2019 mendatang. Tidak tertutup kemungkinan Partai Golkar bisa mengusung calon wakil presiden mendampingi Joko Widodo di Pilpres 2019.

(mdk/rnd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP