Seluruh ketua DPD Golkar menolak Munaslub.
Partai Golkar didorong untuk bergabung dengan Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) bersama Partai Gerindra dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), mengusung Prabowo Subianto sebagai calon presiden (Capres). Dorongan ini berasal dari sejumlah ketua DPD 1 Partai Golkar. "Di dalam diskusi santai dan informal sebagian besar suasana kebatinan beberapa DPD 1 mendorong agar Golkar bisa berkoalisi dengan Gerindra, dikarenakan Pak Prabowo kan pernah di Golkar dan di Pilpres tahun 2014 Golkar pernah berkoalisi mendukung Pak Prabowo," kata Ketua DPD 1 Golkar Kalimantan Barat Maman Abdurrahman kepada wartawan, Senin (31/7).
Advertisement
"Ditambah lagi secara elektabilitas Pak Prabowo menurut kawan-kawan DPD 1 Golkar cukup mentereng dan signifikan," imbuh dia.
Dalam pertemuan di Bali, seluruh ketua DPD 1 Partai Golkar se-Indonesia menolak adanya wacana musyawarah nasional luar biasa (Munaslub), untuk melengserkan Airlangga Hartarto sebagai ketua umum Partai Golkar.
"Pertemuan dengan 38 Ketua DPD 1 seluruh indonesia di Bali kemaren dengan Ketua Umum membicarakan terkait penolakan Munaslub," terangnya.
Advertisement
Sementara itu, Plt Ketua DPD Golkar Provinsi Papua Ahmad Doli Kurnia Tandjung menuturkan, seluruh ketua DPD provinsi meminta pertemuan dengan Airlangga di Bali. Dalam pertemuan itu, sebanyak 38 ketua DPD menegaskan komitmen dan taat pada keputusan Munas, Rapimnas dan Rakernas.
Advertisement
Doli menambahkan, pertemuan 38 DPD Golkar provinsi dengan Airlangga Hartarto adalah inisiatif para ketua DPD. Sebab DPD merupakan pemilik suara di Munas Golkar. Sementara terkait pasangan Capres dan Cawapres, DPD menyerahkan sepenuhnya kepada Airlangga. "Kedua untuk urusan Pilpres sebagaimana yang diputuskan dalam Munas, Rapimnas dan Rakernas, kami sepenuhnya sudah menyerahkan mandat pada ketua umum untuk menentukan siapa Capres atau Cawapres-nya," tegas Doli.
DPD Golkar seluruh provinsi di Indonesia juga menyatakan memberikan mandat pada Airlangga dalam proses negosiasi, strategi dan momentum terkait Pilpres 2024. "Kami sudah melihat ketua umum kami cukup aktif untuk berkomunikasi dengan semua pimpinan parpol," ujar Ketua Komisi II DPR dari Fraksi Golkar ini. Ahmad Doli menegaskan seluruh DPD Golkar juga mendorong Airlangga bisa tetap bersama dan berkomunikasi dengan Presiden Joko Widodo. Termasuk dalam menghadapi Pilpres 2024.