Ruang rapat dikunci, anggota DPD klaim ada dua kubu di internal
Merdeka.com - Sejumlah Anggota Dewan Pewakilan Daerah (DPD) melakukan protes kepada Sekretaris Jendral (Sekjen) DPD Sudarsono Hardjosoekarto, Senin (10/4). Mereka menganggap Sudarsono tidak netral karena mengunci ruang rapat Panitia Musyawarah (Panmus) bakal digunakan membahas agenda sidang paripurna DPD.
"Kita diundang oleh Sekjen jam 10 rapat Panmus sebelum jam 10 saya datang. Tapi sekarang jam 11 ruang itu dikunci jadi itu undangan apa, itu undangan serius apa main-main," kata anggota DPD, Sofwat Hadi, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (10/4).
Terkait permasalahan tersebut, Sofwat merasa tidak dihormati oleh Sekjen DPD selaku pengundang rapat. "Kita menghormati undangan tapi yang mengundang tidak menghormati kita. Malahan ruangan rapat dikunci gimana ini," ungkapnya.
Adanya kejadian ini, anggota DPD lainnya, Ana Latuconsina beranggapan bahwa di DPD sudah terdapat dua kubu. "Daftar hadir tidak ada semua ruangan masih dikunci ini berarti ada dua kubu," kata Ana.
Sementara itu, Sofwat menganggap bahwa Sekjen DPD terkesan bersembunyi karena tidak bisa mendapatkan penjelasan dari Sudarsono. "Sekjennya engga ada malah sembunyi," pungkas Sofwat. (mdk/ang)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya