Respon Fadli Zon & Fahri Hamzah Saat Jokowi Sindir Studi Banding

Jumat, 16 Agustus 2019 21:49 Reporter : Sania Mashabi
Respon Fadli Zon & Fahri Hamzah Saat Jokowi Sindir Studi Banding Jokowi Serahkan Nota Keuangan dan RUU APBN 2020 kepada DPR. ©2019 Liputan6.com/JohanTallo

Merdeka.com - Wakil Ketua DPR Fadli Zon menanggapi santai pidato Presiden Joko Widodo yang menyinggung soal kunjungan luar negeri para anggota eksekutif dan legislatif. Menurutnya, saat ini di DPR sudah tidak ada lagi studi banding.

"Kita lihat, kalau di DPR sekarang tidak ada lagi studi banding. Yang ada adalah diplomasi parlemen, kunjungan kerja. Dan itu diatur UU MD3," katanya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (16/8).

Dia mengatakan, anggota DPR berangkat ke luar negeri terkadang dengan maksud diplomasi antar parlemen. Diplomasi, politikus Gerindra itu mengungkapkan, tidak bisa dilakukan melalui smartphone.

"Ya diplomasi bagaimana (mau digantikan smartphone)? Seluruh dunia parlemennya melakukan itu. Kalau pemerintah kan punya Kemenlu dan KBRI sebagai ujung tombak," ungkapnya.

Di tempat yang sama, Wakil Ketua DPR lainnya yakni Fahri Hamzah menilai sindiran itu hanya untuk pejabat eksekutif. Sebab, kata dia, selama ini DPR hanya sedang menggunakan fungsi diplomatik.

"Jadi saya kira beda fungsi. Lobi-lobi internasional itu dilakukan dia itu oleh lembaga politik seperti DPR. Tapi kalau pemerintah itu kan pelajaran teknis. Saya setuju itu pelajaran teknis itu, saya setuju itu pelajaran teknis itu ada banyak di handphone, engga perlu ke luar negeri," ujar Fahri.

Fahri juga menilai, dalam pidato tadi Jokowi lebih banyak mengkritik kabinetnya sendiri. "Jadi gini ya, presiden bilang kita harus cepat kita harus cepat, tapi ada orang kita lamban, loh itu bukan adressnya kepada rakyat, kepada kabinet. Harusnya ini yang kaget ini kabinet. Karena kabinetnya yang dikritik oleh Pak Jokowi tadi. Lebih banyak itu saya lihat," ucapnya.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyinggung agenda studi banding para pembuat kebijakan baik eksekutif dan legislatif ke luar negeri. Dia mempertanyakan efektivitas para pejabat publik melakukan kunjungan kerja ke luar negeri.

Sebab, kata Jokowi, di era kecanggihan terknologi informasi sekarang, semua informasi yang dibutuhkan sudah tersedia melalui ponsel pintar.

"Untuk apa studi banding jauh-jauh sampai ke luar negeri padahal informasi yang kita butuhkan bisa diperoleh dari smart phone kita," kata Jokowi dalam Sidang Tahunan MPR, DPR dan DPD di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (16/8).

Jokowi lantas menunjukkan ponsel pintarnya. Dia seolah menyentil anggota-anggota DPR yang sering melakukan agenda kunker ke luar negeri.

"Mau ke Amerika di sini ada semuanya, mau ke Rusia di sini juga ada, mau ke Jerman di sini juga ada semuanya," tegas dia.

Kritik Jokowi terkait kunker anggota DPRke luar negeri ini sontak mendapatkan tepuk tangan dari peserta sidang tahunan yang hadir.

"Saya rasa ini relevan untuk bapak ibu anggota dewan," sambung Jokowi disambut tepuk tangan peserta. [fik]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini