Relawan Siber Prabowo-Sandiaga Lebih Solid, Jokowi-Ma'ruf Amin Menang di Konten

Minggu, 16 Desember 2018 21:06 Reporter : Ronald
Relawan Siber Prabowo-Sandiaga Lebih Solid, Jokowi-Ma'ruf Amin Menang di Konten Forum Cerdas Bermedia Sosial. ©2018 Merdeka.com/Ronald

Merdeka.com - Hasil penelitian salah satu lembaga asal Amerika We Are Sosial menyebutkan, ada 132,7 juta pengguna internet di Indonesia pada 2018. Dari jumlah itu, 130 juta masyarakat aktif menggunakan media sosial.

Tingginya angka pengguna media sosial rentan disusupi isu-isu tak bertanggungjawab dalam pertarungan pemilihan presiden 2019. Apalagi tidak dipungkiri masing-masing capres-cawapres memiliki relawan siber.

Peneliti Media DGILab, Jeffry Dinomo bicara soal pertarungan relawan dua pasangan calon presiden dan calon wakil presiden di jagat dunia maya. Dia melihat soliditas kubu Prabowo-Sandi. Relawan capres-cawapres nomor urut 02 itu lebih terkoordinasi mengelola isu di media sosial ketimbang kubu Jokowi-Ma'ruf Amin. Itu bisa terlihat dari persamaan isu dan waktu postingannya yang cenderung muncul bersamaan.

"Kalau lihat dari polanya, itu semacam terpusat, kalau ada konsultannya saya kurang tahu ya," kata Jeffrey dalam diskusi bertemakan 'Cerdas Bermedia Sosial', di Jakarta Pusat, Minggu (16/12).

Namun, bukan berarti relawan siber kubu Jokowi-Ma'ruf tidak punya kelebihan. Dari sisi konten, mereka lebih unggul daripada kubu Prabowo-Sandi.

"Kalau solid, mereka terkoordinasi dengan baik, itu sisinya Prabowo-Sandi, cuma kalau ngomongin konten itu percakapan yang baik itu di kubunya Jokowi. Biasanya dari segi pak Prabowo itu mereka hanya untuk menggaungkan saja alias memviralkan, kalau dari segi kubu Jokowi sebaliknya mereka menghasilkan percakapan yang positif," bebernya.

Jeffry mengingatkan masyarakat agar berhati-hati dalam mengonsumsi informasi yang bersumber dari media sosial. Terutama di tahun politik. Sebaiknya, masyarakat menelaah dalam-dalam informasi yang tersebar di media sosial.

"Jadi jangan disebar dulu, kita kritisi dengan komunikasi dua arah kalau menemukan konten yang beresiko hoaks, konfirmasi dahulu, lihat respon dari konfirmasinya, tanpa ada konfirmasi, kemungkinan jadi hoaks itu ada," ucapnya.

Wakil Ketua Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (P3i) Romonus Sumaryo menambahkan, pihaknya menggagas terbentuknya Forumedsosehat. Tujuannya untuk memetakan aktivitas di media sosial.

"Dari percakapan terpopuler, apa yang dibicarakan, siapa pemain, apa kontennya, perilaku seperti apa yang dimainkan kelompok tertentu," ujarnya.

Forum tersebut akan digelar setiap minggunya untuk memberikan edukasi kepada masyarakat terkait bermedia sosial yang sehat. Dalam konteks kehidupan media sosial, masyarakat tidak hanya sebagai konsumen, melainkan bisa menjadi produsen.

"Bukan saja pengguna, tapi jadi produsen dengan posting-posting, terlebih dengan media mainstream (merambah media sosial). Harapnya masyarakat cerdas, tidak ikut-ikutan, dan pemainnya dapat melihat, ini lho ada yang mengamati, bisa lebih hati-hati untuk menggunakan media sosial," tutupnya. [noe]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini