Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato kenegaraan dalam sidang tahunan bersama MPR, DPR dan DPD di Gedung Parlemen, Jumat (14/8/2026). Ia menyoroti ritme kerja pemerintah yang disebut berlangsung intens hampir dua tahun terakhir serta capaian keputusan kebijakan.
Prabowo menyebut pemerintah mulai menangani persoalan yang selama puluhan tahun dianggap rumit. "Saya tidak mengatakan selesai, saya katakan kita mulai selesaikan," kata Prabowo.
Ia juga menegaskan komitmen kerja kabinet di bawah kepemimpinannya, seraya menggambarkan bagaimana para pembantunya dikerahkan untuk mempercepat penyelesaian berbagai agenda.
Advertisement
Angka '121' yang Disorot di Sidang Tahunan
Dalam pidatonya, Prabowo menghitung telah ada 121 kebijakan transformatif yang diputuskan sepanjang 21 bulan pemerintahannya untuk menjawab persoalan negara.
Ia menggarisbawahi bahwa banyak di antara masalah itu sudah mengendap lama. "Sebagian masalah itu telah berpuluh tahun. Artinya, kita bisa katakan kita putuskan satu kebijakan setiap 5 hari," katanya.
Usai memaparkan perhitungan tersebut, ia menekankan etos kerja para pembantunya. "Demikian kerasnya menteri saya bekerja."
Advertisement
Cerita Kondisi Menteri di Balik Ritme Kerja
Prabowo mengungkap kondisi kesehatan sejumlah menteri yang terdampak ritme kerja tinggi. "Beberapa di antara mereka masuk rumah sakit, ada yang pingsan, ada yang operasi. Banyak yg kecapekan," ujar Prabowo.
Ia menambahkan akan memberi lebih banyak waktu kepada para menteri agar bisa menjaga kesehatan. "Tapi mereka bilang Mereka menjawab janji tinggal janji," ujarnya, sambil bergurau.
Ketua pemerintahan itu turut menyebut ritme kerja yang padat tanpa jeda hari libur. "Tidak ada hari merah," singkat Prabowo.
Dalam kesempatan yang sama, ia menekankan posisi pemerintah sebagai pemegang amanah rakyat. "Tugas dari Rakyat Mulia bagi kita. Kita bekerja habis-habisan," tegasnya.