AHY Bantah Ditawari Jokowi Jadi Menko Polhukam

Setiap tugas yang diberikan oleh negara harus dijaga dan dijalankan dengan sebaik-baiknya.

Ady Anugrahadi
Oleh Ady Anugrahadi - Reporter
AHY Bantah Ditawari Jokowi Jadi Menko Polhukam
AHY Bantah Ditawari Jokowi Jadi Menko Polhukam (Merdeka.com)

Setiap tugas yang diberikan oleh negara harus dijaga dan dijalankan dengan sebaik-baiknya. 

Dok. Istimewa
© 2024 merdeka.com

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) membantah dirinya ditawari mengisi kursi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) usai ditinggalkan oleh Mahfud MD.  

Dok. Istimewa
© 2024 merdeka.com

Pernyataan itu disampaikan AHY usai menghadiri kampanye akbar bersama Prabowo Subianto di di Stadion Gajayana Malang, Jawa Timur pada Kamis (1/2).  

"Tidak ada. Dari siapa tawarannya?," kata AHY.  

Isu berhembus setelah Presiden Joko Widodo atau Jokowi dan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bertemu di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). 

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Pertemuan itu terjadi pada Minggu pagi, (28/1) saat momentum sarapan. AHY kembali tegaskan, tidak ada pembahasan tentang tawaran menteri saat berbincang dengan Jokowi.  

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

"Saya tidak ada komunikasi tentang itu," ujar dia.  


Sementara itu, AHY enggan berasumsi soal pengunduran Mahfud MD sebagai Menteri Koordinator Politik Hukum Keamanan (Menko Polhukam). 

"Ini pertanyaan jebakan Batman. Saya tidak ingin berandai-andai. Saya tidak pada posisi itu," ujar dia. 


AHY hanya menjelaskan, setiap tugas yang diberikan oleh negara harus dijaga dan dijalankan dengan sebaik-baiknya. 

AHY mengaku menghormati para tokoh yang saat ini mengemban amanah sebagai menteri. Tentunya, itu jabatan sangat strategis dan memiliki peran penting di dalam pemerintahan.  


"Bantu Presiden dalam kabinet. Itu adalah pekerjaan yang mulia. Tidak semua memiliki kesempatan untuk itu. Kita berharap beliau semua bisa menjalankan tugas dengan baik," ujar dia. 

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

"Tentu harus bisa membagi dengan penuh komunikasi ketika dalam masa pemilu. Tapi saya hormati pilihan apapun selagi dalam UU aturan yang berlaku tidak ada yang dilanggar, saya rasa semua punya kewajiban dan hak," tutup AHY.

Rekomendasi