Gibran telah meminta maaf karena aksinya tersebut.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) menegur calon wakil presiden) nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka karena menunjukkan gestur bersorak saat debat Capres ke arah pendukung.
Calon Presiden (Capres) nomor urut tiga, Ganjar Pranowo menolak berkomentar karena takut ada konflik kepentingan. “Kalau saya nanti (Komentar) ada conflict of interest," ujar Ganjar saat ditemui di Kota Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (16/12).
Advertisement
Mantan Gubernur Jawa Tengah ini menyerahkan sepenuhnya kepada KPU sebagai penyelenggara Pemilu terkait aksi Gibran tersebut.
"Bukan setuju atau tidak (soal teguran KPU). Biarkan kewenangan diberikan kepada mereka yang menilai," tegas Ganjar.
Sebelumnya, KPU telah menegur Gibran karena bersorak dan membakar semangat pendukung Prabowo saat debat Capres di Kantor KPU, Jakarta, Selasa (12/12).
Aksi Gibran dilakukan saat Prabowo menjawab pertanyaan dari Anies soal putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mengubah syarat umur Capres-Cawapres di bawah usia 40 tahun dan pernah atau sedang menjabat sebagai kepala daerah hasil pilkada.
"Ini (perilaku Gibran) yang tidak boleh dan kami tegur," tegas Ketua KPU RI Hasyim Asy'ari.
Selain memberi teguran kepada Gibran sebagai peserta Pilpres 2024, KPU juga menjadikan hal itu sebagai evaluasi untuk pelaksanaan debat berikutnya.
"Saat evaluasi dan rapat persiapan debat selanjutnya, kami sampaikan," ujar Hasyim.
Advertisement
Dikonfirmasi terpisah, Gibran yang juga Wali Kota Solo meminta maaf. "Ya semua teguran dan evaluasi kami terima ya. Saya mohon maaf sepenuhnya. Terima kasih ya," Kata Gibran di Solo.