Penjelasan Prabowo Utamakan Pemberantasan Korupsi dalam Misi Asta Cita

Prabowo bertekad, ingin memberantas korupsi di Indonesia dan meningkatkan hilirisasi yang sudah digagas Presiden Joko Widodo.

Dedi Rahmadi
Oleh Dedi Rahmadi - Reporter
Penjelasan Prabowo Utamakan Pemberantasan Korupsi dalam Misi Asta Cita
Penjelasan Prabowo Utamakan Pemberantasan Korupsi dalam Misi Asta Cita (Merdeka.com)

Prabowo-Gibran memiliki visi dan 8 misi yang diberi nama Asta Cita.

Prabowo-Gibran memiliki visi dan 8 misi yang diberi nama Asta Cita. Visi dari keduanya itu yakni bersama Indonesia maju, menuju Indonesia emas 2045. Sedangkan, ada delapan delapan misi Asta Cita.

Salah satu misi Asta Cita adalah memperkuat reformasi politik, hukum dan birokrasi serta memperkuat pencegahan dan pemberantasan korupsi.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Prabowo bertekad, ingin memberantas korupsi di Indonesia dan meningkatkan hilirisasi yang sudah digagas Presiden Joko Widodo.

"Kita Koalisi Indonesia Maju bertekad memberantas korupsi dari bumi Indonesia," kata Prabowo, Minggu (10/12).

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Prabowo sebut, jika ada orang yang meragukan tekadnya, maka orang itu  adalah sosok yang lemah, belum bertarung sudah menyerah.

"Saya katakan bisa!, Indonesia bisa! dan Indonesia akan bisa!" yakin Prabowo.

Korupsi memiliki dampak serius terhadap hak asasi manusia, mencabut hak-hak mendasar masyarakat untuk mendapatkan kehidupan yang layak dan pelayanan publik yang baik.

Menurut Komisi Hak Asasi Manusia PBB, korupsi merusak legitimasi institusi pemerintah, proses pembangunan, dan penegakan hukum.

Rakyat kecil, yang bergantung pada pemerintah untuk pemenuhan kebutuhan dasar, menjadi kelompok yang paling terdampak.

Korupsi dalam anggaran pemerintah merugikan program pembangunan, pendidikan, dan perawatan kesehatan, mengakibatkan pelayanan yang tidak sesuai yang seharusnya mereka terima.

Korupsi di Indonesia dianggap sebagai kejahatan luar biasa karena melibatkan elemen-elemen dari seluruh lapisan pemerintahan, mulai dari tingkat terendah hingga yang tertinggi.

Dalam situasi ini, lembaga penegak hukum dan badan pengawas yang seharusnya menjaga integritas malah terlibat dalam korupsi.

Korupsi bukan hanya masalah lokal, melainkan juga menjadi ancaman global yang dapat merusak keamanan internasional dan stabilitas ekonomi. Berbagai studi, termasuk dari Transparency International, menyoroti potensi korupsi dalam merusak ketertiban global. 

Untuk menghadapi tantangan ini, Indonesia bergabung dalam United Nation Convention Against Corruption (UNCAC), sebuah konvensi PBB yang bertujuan mempromosikan kerja sama global dalam upaya mengatasi korupsi yang sering melibatkan praktik lintas batas negara. UNCAC juga menjadi pedoman dan mekanisme utama dalam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia dan negara-negara lain yang turut serta dalam perjanjian ini.

Rekomendasi