Pesantren Lirboyo Siap Jadi Tuan Rumah Muktamar NU ke-35, Tunggu Keputusan PBNU

Pesantren Lirboyo di Kediri menyatakan kesiapan penuh menjadi tuan rumah Muktamar NU ke-35, namun masih menanti keputusan resmi dari PBNU yang tengah melakukan konsolidasi internal organisasi.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pesantren Lirboyo Siap Jadi Tuan Rumah Muktamar NU ke-35, Tunggu Keputusan PBNU
Pesantren Lirboyo di Kediri menyatakan kesiapan penuh menjadi tuan rumah Muktamar NU ke-35, namun masih menanti keputusan resmi dari PBNU yang tengah melakukan konsolidasi internal organisasi. (AntaraNews)

Pesantren Lirboyo, Kota Kediri, Jawa Timur, menyatakan kesiapannya untuk menjadi tuan rumah pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35. Pernyataan ini disampaikan sambil menunggu keputusan resmi dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terkait usulan tersebut. Muktamar NU ke-35 sendiri direncanakan akan berlangsung pada pertengahan tahun 2026 mendatang.

Juru bicara Pondok Pesantren Lirboyo, Kiai Haji Abdul Muid Shohib, menyampaikan bahwa keputusan akhir akan ditentukan dalam Konferensi Besar PBNU yang informasinya akan dilaksanakan pada bulan April ini. Pihak Lirboyo mengapresiasi usulan dari berbagai pihak, termasuk Pengasuh Pondok Pesantren Al Falah, Ploso, Kabupaten Kediri, Kiai Haji Nurul Huda Djazuli.

Meskipun demikian, Kiai Haji Abdul Muid Shohib menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada permintaan resmi dari PBNU kepada Pesantren Lirboyo. Oleh karena itu, pihak Lirboyo belum secara khusus membahas hal ini dalam forum internal mereka.

Kesiapan dan Pengalaman Pesantren Lirboyo

Pesantren Lirboyo menegaskan komitmennya untuk menjalankan amanat jika nantinya ditunjuk sebagai tuan rumah Muktamar NU. Kiai Haji Abdul Muid Shohib menyatakan, "Melihat besarnya kecintaan para masyayikh Lirboyo terhadap jamiyah Nahdlatul Ulama, apabila nantinya benar-benar ditunjuk dan dipercaya, insyaallah Lirboyo siap untuk melaksanakan amanah tersebut."

Kesiapan ini didukung oleh pengalaman Lirboyo dalam menyelenggarakan Muktamar NU sebelumnya. Pesantren ini pernah menjadi lokasi penyelenggaraan Muktamar NU pada tahun 1999, menunjukkan kapasitas dan kapabilitasnya. Pengalaman tersebut menjadi modal penting bagi Lirboyo.

Selain pengalaman, Kiai Haji Abdul Muid Shohib juga menyoroti peningkatan sarana dan prasarana di Pesantren Lirboyo saat ini. "Dari sisi sarana dan prasarana, kondisi Lirboyo saat ini alhamdulillah relatif lebih memadahi," tambahnya. Hal ini memastikan kenyamanan dan kelancaran acara berskala nasional tersebut.

Konsolidasi PBNU dan Penentuan Lokasi Muktamar

Di sisi lain, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) saat ini tengah fokus melakukan konsolidasi organisasi. Konsolidasi ini merupakan bagian dari persiapan matang untuk pelaksanaan Muktamar NU ke-35 yang dijadwalkan pada pertengahan tahun 2026. Fokus PBNU adalah memastikan semua aspek organisasi siap.

Sekretaris Jenderal PBNU masa khidmat 2022–2027, Saifullah Yusuf, menjelaskan bahwa persiapan muktamar meliputi konsolidasi internal organisasi. Selain itu, PBNU juga melakukan verifikasi administrasi kepengurusan yang berhak menjadi peserta dalam forum tertinggi organisasi tersebut. Proses ini penting untuk validitas muktamar.

Gus Ipul, sapaan akrab Saifullah Yusuf, menambahkan bahwa PBNU juga memanfaatkan momentum silaturahmi dengan para ulama sepuh. Tujuannya adalah untuk memohon doa restu menjelang pelaksanaan muktamar, yang merupakan tradisi penting dalam NU. Silaturahmi ini dilakukan di berbagai pesantren, termasuk ke Ploso, Lirboyo, Kiai Hamid Pasuruan, dan Kiai Fuad Sidogiri.

Mengenai lokasi pelaksanaan Muktamar, Gus Ipul menegaskan bahwa hingga kini masih dalam pembahasan dan belum diputuskan secara resmi. "Sejumlah alternatif lokasi masih dikaji, baik di wilayah Jawa maupun di luar Jawa," ujarnya. Keputusan akan diambil melalui mekanisme rapat organisasi yang transparan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi