Markas Besar TNI menargetkan pemulangan tiga jenazah prajurit penjaga perdamaian yang gugur di Lebanon dapat terlaksana paling lambat pada Jumat (3/4) atau Sabtu (4/4). Proses ini menyusul rampungnya pembalsaman jenazah di Beirut, Lebanon. Komandan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI, Mayjen TNI Iwan Bambang Setiawan, menyampaikan hal tersebut di Cimahi, Jawa Barat.
Ketiga prajurit tersebut, Prajurit Kepala Farizal Rhomadhon, Sersan Satu Muhammad Nur Ichwan, dan Kapten (Inf) Zulmi Aditya Iskandar, gugur saat bertugas dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) pada Maret 2026. Insiden ini terjadi di dua lokasi berbeda, yakni Adchit Al Qusayr dan Bani Haiyyan.
Saat ini, fokus utama adalah penyelesaian administrasi dan koordinasi intensif dengan pihak UNIFIL serta pemerintah Lebanon. Terdapat sekitar enam surat yang harus dipenuhi agar jenazah dapat segera diberangkatkan kembali ke Tanah Air. Upaya ini diharapkan dapat mempercepat proses kembalinya para pahlawan perdamaian.
Advertisement
Advertisement
Tantangan Birokrasi dan Logistik Pemulangan Jenazah
Mayjen TNI Iwan Bambang Setiawan menjelaskan, tantangan utama dalam proses pemulangan jenazah prajurit perdamaian ini tidak hanya terletak pada urusan birokrasi internasional. Namun, juga pada terbatasnya akses transportasi udara di tengah situasi keamanan Lebanon yang tidak menentu.
Saat ini, hanya satu maskapai, Middle East Airlines (MEA), yang masih beroperasi di wilayah tersebut. Operasional maskapai nasional Lebanon itu bersifat fluktuatif atau "on-off", sangat tergantung pada situasi lapangan di zona konflik. Kondisi ini menambah kompleksitas dalam upaya pemulangan.
TNI terus melakukan koordinasi intensif dengan otoritas Lebanon dan markas besar PBB di New York. Hal ini bertujuan mempercepat penerbitan dokumen jalan bagi para pahlawan perdamaian. Diharapkan semua surat dapat selesai paling lambat Jumat atau Sabtu.
Advertisement
Advertisement
Kondisi Prajurit Terluka dan Identitas Pahlawan Gugur
Selain mengurus pemulangan jenazah, Iwan memastikan kondisi empat prajurit TNI lainnya yang mengalami luka-luka dalam insiden di Lebanon kini mulai berangsur pulih. Mereka dilaporkan dalam kondisi stabil dan telah menjalani tindakan operasi di rumah sakit setempat.
Para prajurit yang terluka berada di bawah pengawasan medis ketat untuk memastikan pemulihan fungsional mereka. "Alhamdulillah kalau yang luka sekarang kondisinya sudah baik. Ada beberapa yang mengalami operasi tapi juga sudah kondisinya sudah mulai stabil. Doakan saja mudah-mudahan prajurit kita di sana segera pulih," tuturnya.
Tiga personel TNI yang gugur adalah Prajurit Kepala Farizal Rhomadhon, Sersan Satu Muhammad Nur Ichwan, dan Kapten (Inf) Zulmi Aditya Iskandar. Mereka merupakan bagian dari misi UNIFIL yang bertugas menjaga perdamaian di Lebanon.
Advertisement
Prajurit Kepala Farizal Rhomadhon meninggal akibat serangan artileri tidak langsung di dekat Adchit Al Qusayr pada Minggu (29/3). Sementara itu, Sersan Satu Muhammad Nur Ichwan dan Kapten (Inf) Zulmi Aditya Iskandar meninggal akibat ledakan kendaraan di dekat Bani Haiyyan pada Senin (30/3).
Sumber: AntaraNews