Rakorwil PSI Maluku di Ambon: Ahmad Ali Serukan Politik Damai, Ingatkan Luka Lama yang Tak Boleh Terulang

Rakorwil PSI Maluku tahun ini menjadi penegasan komitmen partai untuk memperkuat struktur, memperluas jaringan, dan mempersiapkan kemenangan menuju Pemilu 2029.

Merdeka.com
Oleh Merdeka.com - Reporter
Rakorwil PSI Maluku di Ambon: Ahmad Ali Serukan Politik Damai, Ingatkan Luka Lama yang Tak Boleh Terulang
Rakorwil PSI Maluku di Ambon: Ahmad Ali Serukan Politik Damai, Ingatkan Luka Lama yang Tak Boleh Terulang (Merdeka.com)

Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) PSI Maluku di Ambon berlangsung penuh haru dan refleksi ketika Ketua Harian DPP PSI, Ahmad Ali, menyampaikan pesan mendalam mengenai pentingnya menjaga perdamaian. Di hadapan ratusan kader dan pengurus, ia mengajak seluruh peserta untuk tidak melupakan sejarah kelam yang pernah melukai Maluku dan Poso, sekaligus memastikan bahwa luka itu tidak lagi disentuh, apalagi dibuka kembali.

Dalam sambutannya, Ahmad Ali menegaskan bahwa tragedi kemanusiaan yang terjadi puluhan tahun lalu di Maluku dan konflik berdarah yang melanda Poso merupakan babak paling gelap dalam perjalanan sosial masyarakat. Luka itu, katanya, memang tidak lagi tampak di permukaan, namun tetap tinggal di ingatan banyak orang sebagai pelajaran berharga agar semua pihak lebih bijak dalam bersikap dan berbicara.

"Kita jangan lupa bahwa tragedi itu pernah ada. Banyak keluarga yang kehilangan, banyak kampung yang hancur. Itu kejadian memilukan. Kita wajib menjadikannya catatan penting agar tidak terulang. Politik tidak boleh memantik api lama yang pernah membakar kita semua," ujarnya dengan nada tegas namun penuh empati.

Ketua Harian DPP PSI, Ahmad Ali saat membuka Rakorwil PSI Maluku di Ambon
Ketua Harian DPP PSI, Ahmad Ali saat membuka Rakorwil PSI Maluku di Ambon @ 2025 merdeka.com

Ia mengingatkan bahwa masyarakat Maluku hidup dengan fondasi budaya yang kokoh, adat yang terhormat, serta keberagaman agama yang telah berdampingan ratusan tahun. Nilai-nilai itu, menurutnya, adalah kekuatan yang harus dijaga, bukan dimanfaatkan sebagai alat provokasi menjelang kontestasi politik.

"Agama, budaya, dan ras adalah identitas yang harus dijaga betul. Jangan pernah menginjak nilai budaya hanya demi menang pemilu. Kemenangan yang merusak persaudaraan bukanlah kemenangan, itu kehancuran," lanjut Ahmad Ali.

Di bagian lain pidatonya, ia menyoroti praktik politik yang masih dijalankan sejumlah kelompok dengan menghalalkan cara-cara kotor demi kekuasaan. Ahmad Ali menegaskan bahwa PSI menolak keras politik yang memecah-belah dan tidak akan mengikuti pola demikian.

Ketua Harian DPP PSI, Ahmad Ali saat membuka Rakorwil PSI Maluku di Ambon
Ketua Harian DPP PSI, Ahmad Ali saat membuka Rakorwil PSI Maluku di Ambon @ 2025 merdeka.com

"Ada yang rela menghalalkan segala cara, memecah rakyat hanya demi kursi. Kita tidak akan seperti itu. PSI harus santun, PSI harus damai, PSI harus jadi contoh bagaimana politik bisa dilakukan dengan kepala dingin dan hati bersih," katanya yang langsung disambut tepuk tangan panjang dari para kader.

Suasana Rakorwil semakin cair ketika Ahmad Ali menyampaikan kalimat yang memantik senyum seluruh ruangan, sekaligus meneguhkan optimisme kader terhadap perjuangan PSI. "PSI memang partai kecil, tapi belakangnya besar. Kita punya rakyat yang percaya bahwa politik tidak harus kasar, tidak harus adu domba. PSI berdiri untuk menjaga masa depan, bukan merusaknya."

Ketua Harian DPP PSI, Ahmad Ali saat membuka Rakorwil PSI Maluku di Ambon
Ketua Harian DPP PSI, Ahmad Ali saat membuka Rakorwil PSI Maluku di Ambon @ 2025 merdeka.com

Rakorwil PSI Maluku tahun ini menjadi penegasan komitmen partai untuk memperkuat struktur, memperluas jaringan, dan mempersiapkan kemenangan menuju Pemilu 2029 tanpa mengorbankan harmoni sosial masyarakat. PSI Maluku ingin menunjukkan bahwa kemenangan dapat diraih tanpa mengoyak persaudaraan, tanpa mencederai budaya, dan tanpa mengulang sejarah kelam yang pernah melanda daerah ini.

Acara ditutup dengan doa bersama, hening, syahdu, untuk saudara-saudara kita yang sedang mengalami musibah di Sumatera barat, Sumatera Utara dan Aceh.

Rekomendasi