Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) secara resmi menyatakan dukungannya terhadap rencana Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK) periode 2025-2029. Langkah strategis ini diambil sebagai bagian integral dari upaya kolektif untuk mewujudkan visi besar Indonesia Emas 2045 di masa mendatang. Komitmen ini disampaikan setelah pertemuan penting antara perwakilan Pemprov Sumut dan BKKBN.
Sekretaris Daerah Provinsi Sumut, Togap Simangunsong, menegaskan bahwa PJPK 2025-2029 merupakan program vital yang diinisiasi oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Oleh karena itu, dukungan penuh dari pemerintah daerah menjadi krusial untuk keberhasilan implementasinya. Pemprov Sumut siap berkolaborasi erat dalam setiap tahapan program ini.
Dukungan tersebut diwujudkan dengan kesediaan Pemprov Sumut untuk berpartisipasi aktif dalam talkshow yang dijadwalkan pada 23 Oktober 2025. Togap Simangunsong secara langsung menyatakan, "Pemprov Sumut siap mendukung kegiatan BKKBN. Saya pastikan akan hadir dalam talkshow pada 23 Oktober 2025 itu." Pernyataan ini disampaikan setelah menerima kunjungan Kepala Perwakilan BKKBN Sumut, Fatmawati, di Kantor Gubernur Sumut pada Senin, 14 Oktober 2024.
Advertisement
Advertisement
Fokus Utama Peta Jalan Pembangunan Kependudukan
Peta Jalan Pembangunan Kependudukan 2025-2029 memiliki fokus utama pada aspek kependudukan dan pembangunan keluarga. Tujuannya adalah menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang lebih maju dan berkualitas di wilayah Sumatera Utara. Inisiatif ini diharapkan mampu menjadi fondasi kuat bagi kemajuan daerah.
Togap Simangunsong mengidentifikasi beberapa isu krusial yang menjadi perhatian serius Pemprov Sumut terkait program ini. Di antaranya adalah masalah Keluarga Berencana (KB) dan kontrasepsi, yang sangat relevan dalam konteks penanganan jumlah penduduk dan pembangunan keluarga. Pendekatan yang komprehensif diperlukan untuk mengatasi tantangan ini.
Menurut Togap, perumusan Peta Jalan Pembangunan Kependudukan ini sejalan dengan upaya membangun Grand Desain Pembangunan Kependudukan (GDPK). "Hal ini sama dengan membangun Grand Desain Pembangunan Kependudukan (GDPK), harus dirumuskan dengan baik," ujarnya. Perencanaan yang matang menjadi kunci keberhasilan program jangka panjang ini.
Advertisement
Advertisement
Dukungan Konkret dari Pemprov Sumut
Sebagai wujud dukungan konkret, Pemprov Sumut akan mengirimkan surat resmi kepada seluruh pemerintah kabupaten/kota di Sumatera Utara. Surat ini bertujuan untuk mengajak para sekretaris daerah di tingkat kabupaten/kota turut hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan talkshow yang akan datang. Kolaborasi lintas sektor dianggap penting untuk mencapai tujuan bersama.
Kehadiran perwakilan dari berbagai daerah diharapkan dapat menyatukan visi dan misi dalam implementasi Peta Jalan Pembangunan Kependudukan. Ini juga menjadi kesempatan untuk menyelaraskan kebijakan daerah dengan program nasional BKKBN. Sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota akan mempercepat pencapaian target.
Kepala Perwakilan BKKBN Sumut, Fatmawati, menjelaskan bahwa talkshow tersebut akan dihadiri oleh Sekretaris BKKBN, Budi Setiyono. Diskusi akan berpusat pada isu-isu kependudukan yang krusial, termasuk pemanfaatan bonus demografi, peningkatan kualitas SDM, dan pembangunan keluarga. Harapannya, setiap kebijakan pemerintah daerah dapat berpihak pada kemajuan dan peningkatan produktivitas sumber daya manusia.
Advertisement
Advertisement
Mengatasi Persoalan Sosial Melalui PJPK
Dalam talkshow yang akan datang, berbagai masalah sosial juga akan menjadi topik pembahasan penting. Isu-isu seperti tingginya angka perceraian, tingkat pengangguran yang masih menjadi tantangan, dan fenomena anak putus sekolah akan dikupas tuntas. Permasalahan ini memerlukan solusi terpadu dan berkelanjutan.
Fatmawati menambahkan bahwa kegiatan ini juga akan membahas strategi percepatan ekonomi sebagai intervensi terhadap berbagai persoalan sosial tersebut. Pendekatan ekonomi diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam mengurangi angka perceraian, menciptakan lapangan kerja, dan menekan jumlah anak putus sekolah. "Oleh karena itu, dalam acara ini, kita mengupas strategi percepatan ekonomi untuk mengintervensi berbagai persoalan sosial tersebut," ungkap Fatma.
Melalui Peta Jalan Pembangunan Kependudukan ini, BKKBN dan Pemprov Sumut berkomitmen untuk menciptakan masyarakat yang lebih sejahtera dan berdaya saing. Integrasi program kependudukan dengan pembangunan ekonomi dan sosial diharapkan mampu menghasilkan dampak positif yang signifikan bagi seluruh lapisan masyarakat di Sumatera Utara.
Advertisement
Sumber: AntaraNews