Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) resmi memecat Wahyudin Moridu, anggita DPD PDIP Gorontalo. Kelakuan Wahyudin viral. Menyebut rampok duit negara di dalam mobil bersama perempuan yang bukan istrinya.
Pemecatan Wahyudin merupakan sanksi berat dari PDIP. Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Gorontalo La Ode Haimudin mengatakan pemecatan kader hanya berdasarkan keputusan DPP.
La Ode menyatakan, "Pemecatan hanya dapat dilakukan berdasarkan keputusan DPP, dimana terhadap yang bersangkutan DPP PDIP telah secara resmi memecat Wahyudin Moridu dari kader partai," saat memberikan keterangan di Gorontalo, melansir Antara, Senin (22/9).
Menurutnya, keputusan tegas tersebut juga berfungsi sebagai peringatan bagi semua kader partai, khususnya di Provinsi Gorontalo, untuk selalu menjaga nama baik dan kehormatan partai.
La Ode menegaskan, "Secara tegas DPP PDIP mengingatkan seluruh kader untuk tidak melakukan tindakan-tindakan yang dapat mencederai kepercayaan rakyat terhadap partai."
Ia juga menambahkan bahwa para kader tidak diperbolehkan terlibat dalam aktivitas atau perilaku yang dapat merugikan nama baik dan kepentingan partai, terutama yang berdampak negatif bagi masyarakat. Untuk itu, DPP PDIP berharap agar seluruh kader menjadikan insiden ini sebagai kesempatan untuk introspeksi dan perbaikan diri.
La Ode juga mengajak semua kader untuk menjadikan peristiwa ini sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas dalam kerja-kerja politik demi kesejahteraan rakyat di Provinsi Gorontalo.
"Dari peristiwa ini kami mengingatkan kepada seluruh kader agar terus meningkatkan kualitas dalam kerja-kerja politik untuk kesejahteraan rakyat di Provinsi Gorontalo," tandasnya. Dengan demikian, DPP PDIP berharap agar seluruh anggota partai bisa lebih baik dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab mereka.
Advertisement
Video Rampok Duit Negara Viral
Belum lama ini, seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Gorontalo menjadi sorotan di media sosial karena pernyataannya yang mengungkapkan niat untuk merampok uang negara. Oknum legislatif tersebut adalah Wahyudin Moridu, yang saat ini menjabat sebagai anggota DPRD Provinsi Gorontalo dari fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
Dalam sebuah video berdurasi 1 menit 5 detik, terlihat Wahyu Moridu tengah berbincang dengan seorang wanita di dalam mobil yang melintas di sekitar bandara Djalaluddin Gorontalo.
Rekaman tersebut menunjukkan teman wanitanya yang bertanya mengenai tujuan perjalanan mereka. Dengan tegas, Wahyu Moridu menjawab bahwa mereka akan menuju Makassar menggunakan uang negara.
"Kami akan merampok uang negara, menghabiskan uang negara, menghabiskan uang negara agar negara miskin."
Sambil tertawa, ia juga menyebutkan bahwa ia sedang bersama selingkuhannya dan akan berangkat ke Makassar dengan uang negara. Di akhir video, ia menyebutkan nama lengkapnya dan statusnya sebagai anggota DPRD Provinsi Gorontalo, yang ia klaim masih aktif hingga tahun 2031.
Video ini kemudian viral dan cepat menyebar di berbagai platform media sosial seperti TikTok, Facebook, Instagram, dan WhatsApp. Penyebaran video tersebut memicu beragam komentar negatif dari masyarakat, yang mengecam tindakan dan ucapan Wahyu Moridu.
Kejadian ini menunjukkan betapa pentingnya sikap dan perilaku para wakil rakyat dalam menjalankan tugasnya, serta dampak dari kata-kata yang mereka ucapkan di ruang publik.
Advertisement
Minta Maaf
Sebelumnya, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Gorontalo, Wahyudin Moridu, menjadi viral di media sosial karena pernyataannya yang dianggap ingin merampok uang negara. Menanggapi hal tersebut, Wahyu akhirnya memberikan klarifikasi melalui unggahan di akun Instagram-nya, di mana ia menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Gorontalo.
Dalam unggahan tersebut, ia menyatakan, "Dengan ini atas nama pribadi dan keluarga saya memohon maaf atas video yang diviralkan di TikTok beberapa waktu lalu. Sesungguhnya saya tak berniat untuk melecehkan atau menyinggung masyarakat Gorontalo. Semua ini murni kesalahan saya, dan atas kejadian ini saya dari hati paling dalam saya memohonkan maaf," jelasnya. Pernyataan ini menunjukkan kesadaran Wahyu akan dampak yang ditimbulkan dari pernyataannya dan keinginannya untuk memperbaiki situasi.
Wahyudin juga mengungkapkan bahwa ia siap menerima segala konsekuensi dari tindakan yang dinilai nyeleneh tersebut. "Selanjutnya apapun konsekuensi atas video ini saya keluarga dan teman dekat siap menanggung konsekuensi yang ditimbulkan atas video ini. Mohon maaf atas segala kegaduhan yang ada.
Apapun konsekuensi atas perihal ini saya siap menerima dengan lapang dada," pungkasnya. Pernyataan ini menunjukkan komitmennya untuk bertanggung jawab atas perbuatannya dan mengedepankan sikap yang baik di hadapan publik.