Jakarta – Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemenlu RI) mengonfirmasi bahwa seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Nepal dalam kondisi aman menyusul terjadinya kerusuhan di negara tersebut. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Direktur Perlindungan WNI Kemenlu, Judha Nugraha, pada Sabtu (13/9) di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta. Kemenlu telah berkoordinasi intensif dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Dhaka untuk memastikan keselamatan para WNI.
Koordinasi cepat ini dilakukan segera setelah kerusuhan pecah di Nepal, menunjukkan kesigapan pemerintah Indonesia dalam melindungi warga negaranya di luar negeri. KBRI Dhaka, yang memiliki wilayah akreditasi untuk Nepal, langsung mengambil langkah-langkah perlindungan yang diperlukan. Upaya ini meliputi pendataan WNI serta perencanaan pemulangan bagi mereka yang ingin kembali ke tanah air.
Sebanyak 134 WNI teridentifikasi berada di Nepal saat kerusuhan berlangsung, terdiri dari 56 orang yang menetap dan 78 orang yang sedang dalam kunjungan singkat. Kemenlu dan KBRI Dhaka terus memantau situasi secara cermat. Mereka juga memastikan bahwa setiap WNI mendapatkan bantuan dan perlindungan yang dibutuhkan di tengah ketidakpastian kondisi keamanan.
Advertisement
Advertisement
Kemenlu Gerak Cepat Lindungi WNI di Nepal
Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri, Judha Nugraha, menjelaskan detail langkah-langkah yang diambil pemerintah untuk memastikan WNI di Nepal aman. Menurutnya, koordinasi intensif dengan KBRI Dhaka menjadi kunci utama dalam upaya perlindungan ini. KBRI Dhaka bertindak cepat dalam mendata WNI dan merencanakan langkah-langkah evakuasi.
“Dapat kami sampaikan bahwa sejak peristiwa kerusuhan terjadi di Nepal, Kemenlu telah melakukan koordinasi secara intensif dengan KBRI Dhaka. Jadi, ketika terjadi kerusuhan, merekalah yang melakukan langkah perlindungan,” ujar Judha. Pernyataan ini menegaskan komitmen Kemenlu dalam menjaga keselamatan WNI di berbagai belahan dunia.
Dari total 134 WNI yang tercatat, 56 orang merupakan WNI yang menetap di Nepal, sementara 78 orang lainnya adalah mereka yang melakukan kunjungan singkat. Kunjungan singkat ini meliputi partisipasi dalam konferensi internasional atau kegiatan pariwisata. Data ini menjadi dasar bagi KBRI Dhaka untuk menyusun strategi perlindungan dan pemulangan yang efektif.
Advertisement
Advertisement
Proses Pemulangan WNI dari Nepal Berlangsung Bertahap
Proses pemulangan WNI dari Nepal telah dimulai secara bertahap menggunakan penerbangan komersial. Data yang dihimpun Judha Nugraha menunjukkan bahwa sejumlah WNI telah berhasil dipulangkan ke Indonesia. Langkah ini diambil untuk memastikan WNI di Nepal aman dan dapat kembali ke keluarga mereka di tanah air.
Berikut adalah jadwal pemulangan WNI yang telah dan akan dilaksanakan:
- 11 September 2025: 18 WNI dipulangkan.
- 12 September 2025: 22 WNI dipulangkan.
- 13 September 2025 (siang dan malam): 17 WNI dipulangkan, sehingga total 57 WNI berhasil dipulangkan per tanggal tersebut.
- 14 September 2025: 17 WNI dijadwalkan kembali pulang.
- 15 September 2025: 2 WNI dijadwalkan kembali pulang.
- 18 September 2025: 2 WNI dijadwalkan kembali pulang.
Advertisement
Dengan demikian, seluruh WNI yang memilih untuk kembali ke Indonesia diharapkan sudah tiba di tanah air pada tanggal 18 September 2025. Proses ini menunjukkan upaya sistematis Kemenlu dalam menangani situasi darurat di luar negeri.
Advertisement
Pemantauan Jangka Panjang bagi WNI di Nepal
Selain proses pemulangan, Kemenlu melalui Kedutaan Besar Indonesia di Nepal juga tetap memantau WNI yang memilih untuk tidak pulang ke Indonesia. Kelompok WNI ini umumnya memiliki keluarga atau pekerjaan yang mengharuskan mereka menetap di Nepal. Pemantauan ini penting untuk memastikan WNI di Nepal aman dalam jangka panjang.
Judha Nugraha menambahkan bahwa pihak kedutaan akan terus melakukan tindakan perlindungan jika situasi kerusuhan kembali meningkat. “Pihak kedutaan akan melakukan tindakan perlindungan jika kerusuhan semakin meningkat. Namun, kita lihat saat ini kondisi per hari ini sudah tidak ada kerusuhan, kemudian bandara sudah dibuka beberapa hari yang lalu,” jelasnya.
Kemenlu berharap situasi di Nepal dapat segera kondusif sepenuhnya. Kondisi yang aman dan stabil sangat penting untuk menjamin rasa aman bagi seluruh WNI yang masih berada di negara tersebut. Pemerintah Indonesia akan terus siaga dan responsif terhadap setiap perkembangan situasi di Nepal.
Advertisement
Sumber: AntaraNews