Sekertaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto mengungkapkan alasan Megawati Soekarnoputri tak hadir dalam upacara bendera di Istana Negara, Merdeka, Jakarta Pusat.
Hal ini disampaikan Hasto usai upacara bendera di Sekolah Partai di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Minggu (17/8).
"Kemarin Ibu Megawati kan menghadiri ya di dalam pengukuhan Paskibraka sehingga di situ juga beliau berdialog cukup lama dengan Menteri Sekretaris Negara dan juga menyampaikan berbagai pesan-pesan sebagai Presiden ke-5 tentang arah dan masa depan bangsa dan negara ini. Dan juga salam kepada Bapak Presiden Prabowo," kata Hasto.
Kemudian, terkait dengan kegiatan upacara bendera yang diadakan di sekolah partai. Hal ini sudah menjadi tradisi setiap hari kemerdekaan Indonesia.
"Ya sejak tahun lalu Ibu Mega sudah merayakan di sekolah partai ini. Sebelumnya partai selalu merayakan di sekolah partai ini, sehingga ini merupakan suatu tradisi yang telah dibangun PDI Perjuangan," jelasnya.
Advertisement
Perintah Megawati
Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri memerintahkan seluruh kadernya untuk bisa perkuat disiplin organisasi.
Hal ini disampaikan dalam menyampaikan amanatnya pada saat upacara pengibaran bendera merah putih di Halaman Masjid At Taufiq, Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta Selatan.
"Hari ini saya perintahkan kepada seluruh kader partai, dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote, satu, jadikan Pancasila bagai bintang penuntun dalam setiap kebijakan, bukan sekadar hiasan hidup belaka," kata Megawati dalam amanatnya, Jakarta, Minggu (17/8).
"Perkuat disiplin organisasi, ideologi, teori, gerakan dan tindakan. Jangan lupa sekali lagi, tindakan, pergilah kalian turun ke bawah ke akar rumput. Tanpa disiplin, partai akan menjadi rapuh dan mudah diombang-ambingkan kepentingan," sambungnya.
Advertisement
Turun ke Rakyat Bukan Hanya Meminta Suara
Selain itu, Presiden ke-5 RI ini juga perintahkan kadernya untuk turun ke rakyat bukan hanya untuk meminta suara, tetapi untuk mendengarkan keluh kesah dan membantu memecahkan masalah mereka.
"Empat, lawan segala bentuk penyalahgunaan, dan pengkhianatan terhadap konstitusi. Kelima, jadikan api proklamasi sebagai semangat perjuangan yang tak ujung padam agar terus berkobar-berkobar dalam setiap langkah kita membela kedaulatan, keadilan dan kesejahteraan rakyat," ungkapnya.
"Jalankan lima perintah tersebut dengan semangat gotong royong penuh kedisiplinan dan soliditas yang tinggi. Dengannya, partai akan semakin kokoh, mandiri dan mampu menghadapi berbagai tantangan dan ujian sejarah," sambungnya.
Megawati menegaskan, agar anggotanya terus melakukan perbaikan serta mawas diri dengan partai.
"Terus lakukan perbaikan, lalu mawas diri dengan PDI Perjuangan Pantas disebut sebagai partai pelopor yang dicintai oleh rakyat," tegasnya.