Pemerintah Kabupaten Solok baru-baru ini menghibahkan lahan seluas 6,6 hektare kepada Korem 032/Wirabraja. Tanah tersebut akan menjadi lokasi pembangunan Markas Komando Resor Militer di wilayah Kabupaten Solok, Sumatera Barat.
Penyerahan hibah ini diumumkan oleh Kepala Staf Komando Daerah Militer (Kodam) XX/Tuanku Imam Bonjol, Brigjen TNI Heri Prakosa P.Wibowo. Ia menjelaskan bahwa lahan ini akan menopang infrastruktur militer yang vital bagi pertahanan di Sumatera Barat.
Bupati Solok, Jon Firman Pandu, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk dukungan konkret pemerintah daerah terhadap TNI. Hibah tanah ini juga bertepatan dengan momentum penting Hari Ulang Tahun ke-80 TNI.
Advertisement
Advertisement
Pembangunan Makorem dan Fasilitas Pendukung
Brigjen TNI Heri Prakosa P.Wibowo menjelaskan rencana pembangunan di atas lahan hibah tersebut. Selain Makorem 032/Wirabraja, akan dibangun juga berbagai fasilitas pendukung penting. Ini termasuk satuan lain seperti Balak Aju dan perumahan bagi personel TNI.
Pembangunan ini sangat krusial mengingat Makorem 032/Wirabraja sebelumnya kini beralih fungsi. Gedung lama yang berada di Jalan Jenderal Sudirman, Padang, sekarang digunakan sebagai Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol. Pergeseran ini menunjukkan kebutuhan akan markas baru yang representatif untuk Korem 032/Wirabraja.
"Tadi Bupati Solok memberikan hibah kepada kita tanah seluas 6,6 hektare yang akan rencananya dibangun Korem 032/Wirabraja," kata Kepala Staf Komando Daerah Militer (Kodam) XX/Tuanku Imam Bonjol Brigjen TNI Heri Prakosa P.Wibowo di Padang, Minggu. Kehadiran Makorem baru di Kabupaten Solok diharapkan dapat meningkatkan efektivitas operasional dan memperkuat kehadiran TNI.
Advertisement
Advertisement
Sejarah dan Pembentukan Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol
Kasdam XX/Tuanku Imam Bonjol juga menyinggung sejarah panjang pembentukan Kodam di Sumatera Barat. Ia menyebutkan Kodam 17 Agustus pernah berdiri di Kota Padang pada tahun 1958. Kodam tersebut membawahi wilayah Sumbar, Riau, hingga Jambi pada masanya.
Kemudian, pada tahun 1985, terjadi penggabungan beberapa Kodam, termasuk Kodam 17 Agustus. Proses ini merupakan bagian dari restrukturisasi organisasi militer nasional. Hal ini menunjukkan dinamika perubahan dalam struktur pertahanan negara untuk efisiensi dan efektivitas.
"Pada 2025 Presiden kita memandang perlu dibentuk Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol yang meliputi Sumbar dan Jambi," kata Kasdam XX/Tuanku Imam Bonjol tersebut. Pembentukan ini bertujuan untuk memperkuat pertahanan regional dan koordinasi keamanan di dua provinsi tersebut.
Advertisement
Advertisement
Komitmen Pemerintah Daerah dan Dukungan NKRI
Bupati Solok, Jon Firman Pandu, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung TNI. Penyerahan tanah seluas 6,6 hektare ini adalah wujud nyata dukungan tersebut. Ini merupakan bagian dari upaya menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Menurut Bupati, momentum penyerahan hibah tanah ini sangat tepat. Ini bertepatan dengan perayaan Hari Ulang Tahun ke-80 TNI. "Ini merupakan bentuk dukungan Kabupaten Solok kepada TNI, apalagi ini momentum Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-80 TNI," ujar Jon Firman Pandu.
Hibah tanah ini menunjukkan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan institusi militer. Kolaborasi semacam ini penting untuk pembangunan infrastruktur pertahanan yang memadai. Kabupaten Solok berkomitmen penuh mendukung tugas-tugas TNI dalam menjaga kedaulatan negara.
Advertisement
Sumber: AntaraNews