Wakil Ketua Umum Golkar Ahmad Doli Kurnia menuturkan, pertemuan dengan PDI Perjuangan harus ada saling kebutuhan antar partai. Namun, Golkar tetap membuka peluang melakukan komunikasi politik dengan PDIP.
"Ya kan yang namanya pertemuan itu kan take and gift, saling membutuhkan gitu ya, jadi kami membuka saja," kata Doli di kantor DPP Golkar, Jakarta, Minggu (4/6).
Harus ada gayung bersambut antara Golkar dan PDIP. Golkar tetap dengan senang hati bila PDIP ingin bertemu.
"Artinya harus ada gayung bersambut, jadi kalau nanti kemudian PDIP membuka diri untuk ketemu ya kami menerima dengan senang hati," ujar Doli.
Advertisement
Golkar, kata Doli, terbuka berkoalisi dengan partai manapun. Termasuk PDIP. Apalagi Golkar memiliki kursi terbesar kedua.
"Alhamdulillah partai Golkar ini partai yang menjadi pemenang kedua, jadi cukup strategis, kalau enggak bisa disebut cukup seksi, partai Golkar juga partai yang terbuka partai yang bisa kerja sama dengan siapa saja," katanya.
Ikuti perkembangan terkini seputar berita Pemilu 2024 hanya di merdeka.com