Ketua Panitia Musyawarah Rakyat (Musra) Panel Barus menanggapi wacana duet Prabowo-Airlangga pada Pilpres 2024. Panel mengatakan, wacana ini sesuai dengan hasil Musra yang telah digelar di beberapa wilayah se-Indonesia.
"Saya engak tahu ada kebetulan atau seperti apa, bisa jadi ada kebetulan saja. Tapi hari ini kita bacain tiga hasil Musra. Musra 23, 25 dan 26 yaitu Aceh, Jambi, Bengkulu dan dari 3 ini Pak Prabowo menang di Aceh dan Bengkulu Pak Airlangga menang di Jambi," kata Panel saat memaparkan hasil Musra di Jakarta, Rabu (12/4).
Bendahara Umum Projo ini menjelaskan, baik Prabowo maupun Airlangga keduanya adalah nama-nama yang konsisten berada di puncak klasemen saat Musra dilakukan. Oleh karena itu, Panel menegaskan, pihaknya akan komitmen mendukung nama-nama yang telah diamanatkan dari hasil Musra.
Advertisement
"Jadi kalau dilihat dari hasil Musra kan nama-nama yang sudah disampaikan 3 besarnya ada Pak Prabowo, secara frekuensi kemenangan Pak Airlangga paling tinggi loh. Kemarin-kemarin ya berarti dia sudah menang 8 kali. Hari ini tapi secara rekapitulasi dia masih di bawah, ada Pak Airlangga Pak Prabowo, Ganjar, ada Sandiaga Uno," imbuhnya
Hasil Musyawarah Rakyat (Musra) Jambi menghasilkan nama Airlangga Hartarto sebagai calon presiden. Airlangga mengalahkan Mahfud MD dan Prabowo Subianto. Sementara Prabowo unggul berada di nomor urut satu paling favorit dalam Musra Aceh dan Bengkulu.
Sementara itu, Pengamat politik Ali Rif'an mengatakan, dukungan Projo kepada Airlangga merupakan kode politik dari Presiden Jokowi. Ali menyebut, selama ini Airlangga menjadi nama yang sering diendorse Jokowi selain Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo.
"Selain Ganjar, kemudian Prabowo sebenarnya yang sering diendorse atau gestur Jokowi itu ke arah Airlangga. Jadi dukungan Projo ke Airlangga satu kode politik (Jokowi)," kata Ali saat dihubungi, Rabu (12/4).
Selain itu, Ali juga menilai, dukungan Projo ke Airlangga dilatarbelakangi oleh loyalitas Airlangga ke Presiden Jokowi. Airlangga juga dianggap sukses menjalankan setiap perintah dan tugas yang diberikan Jokowi.
Advertisement
Menurut dia, Airlangga dinilai sukses membawa ekonomi Indonesia stabil. Bahkan di posisi yang saat ini cukup genting di mana negara-negara dunia jadi pasien IMF.
"Indonesia mampu melewati pandemi itu juga karena ada andil besar Menko Perekonomian. Salah satu target 5 tahun mendatang Indonesia memang di sektor ekonomi dalam hal ini pembangunan. Airlangga dinilai Presiden Jokowi punya performa di situ," ujarnya.
Direktur Arus Survei Indonesia ini menambahkan, kuatnya daya tawar politik Partai Golkar disebut juga menjadi alasan dukungan Projo ke Airlangga.
"Sokongan Partai Golkar dengan perolehan kursi nomor dua setelah PDIP jadi ada harapan. Jadi itu menurut saya mengapa hari ini Projo memberi dukungan kepada Airlangga Hartarto," katanya.
Ali berpendapat, dukungan politik dari kelompok relawan seperti Projo ini masih relevan dan penting dimiliki oleh seorang Calon Presiden (Capres). Menurutnya, kelompok relawan bisa menambah kekuatan elektoral di masyarakat.
"Saya punya catatan kecil soal ini, karena ada tren dalam satu research yang kami lakukan itu memang kepercayaan publik kepada relawan jauh lebih besar ketimbang partai politik," ujar dia.
Advertisement
Jadi, lanjutnya, dukungan relawan saat ini penting. Kendati relawan bisa by design. Namun relawan mampu membuat persepsi publik lebih tidak pragmatis.
Karena kalau Parpol terkesan pragmatis terlihat mengejar kekuasaan tampak adanya negosiasi dan deal-deal meraih tujuan tertentu termasuk menyiapkan logistik pilpres. "Tetapi ketika muncul istilah relawan, kemudian asumsi publik jadi berubah," jelasnya.
Oleh sebab itu, lanjut dia, Jokowi dalam beberapa bulan terakhir terus melakukan konsolidasi dengan relawan. Karena Jokowi adalah presiden yang sejauh ini kemenangannya didukung relawan yang luar biasa.
"Jokowi juga memberi sinyal bahwa relawan dia berpengaruh ketika mendukung salah satu calon di 2024," pungkasnya.
Ikuti perkembangan terkini seputar berita Pemilu 2024 hanya di merdeka.com