Hubungan Relawan Pro Jokowi (Projo) kian dekat dengan Ketum Golkar Airlangga Hartarto. Teranyar, keduanya menggelar acara bersama di Tangerang akhir pekan lalu.
Pengamat politik Ali Rif’an mengatakan, dukungan Projo kepada Airlangga merupakan kode politik dari Presiden Jokowi. Ali menyebut, selama ini Airlangga menjadi nama yang sering diendorse Jokowi selain Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo.
"Selain Ganjar, kemudian Prabowo sebenarnya yang sering diendorse atau gestur Jokowi itu ke arah Airlangga. Jadi dukungan Projo ke Airlangga satu kode politik (Jokowi)," kata Ali saat dihubungi, Rabu (12/4).
Selain itu, Ali juga menilai, dukungan Projo ke Airlangga dilatarbelakangi oleh loyalitas Airlangga ke Presiden Jokowi. Airlangga juga dianggap sukses menjalankan setiap perintah dan tugas yang diberikan Jokowi.
Advertisement
Menurut dia, Airlangga dinilai sukses membawa ekonomi Indonesia stabil. Bahkan di posisi yang saat ini cukup genting di mana negara-negara dunia jadi pasien IMF.
"Indonesia mampu melewati pandemi itu juga karena ada andil besar Menko Perekonomian. Salah satu target 5 tahun mendatang Indonesia memang di sektor ekonomi dalam hal ini pembangunan. Airlangga dinilai Presiden Jokowi punya performa di situ," ujarnya.
Direktur Arus Survei Indonesia ini menambahkan, kuatnya daya tawar politik Partai Golkar disebut juga menjadi alasan dukungan Projo ke Airlangga.
"Sokongan Partai Golkar dengan perolehan kursi nomor dua setelah PDIP jadi ada harapan. Jadi itu menurut saya mengapa hari ini Projo memberi dukungan kepada Airlangga Hartarto," katanya.
Advertisement
Ali berpendapat, dukungan politik dari kelompok relawan seperti Projo ini masih relevan dan penting dimiliki oleh seorang Calon Presiden (Capres). Menurutnya, kelompok relawan bisa menambah kekuatan elektoral di masyarakat.
"Saya punya catatan kecil soal ini, karena ada tren dalam satu research yang kami lakukan itu memang kepercayaan publik kepada relawan jauh lebih besar ketimbang partai politik," ujar dia.
Jadi, lanjutnya, dukungan relawan saat ini penting. Kendati relawan bisa by design. Namun relawan mampu membuat persepsi publik lebih tidak pragmatis. Karena kalau Parpol terkesan pragmatis terlihat mengejar kekuasaan tampak adanya negosiasi dan deal-deal meraih tujuan tertentu termasuk menyiapkan logistik pilpres.
"Tetapi ketika muncul istilah relawan, kemudian asumsi publik jadi berubah," jelasnya.
Oleh sebab itu, lanjut dia, Jokowi dalam beberapa bulan terakhir terus melakukan konsolidasi dengan relawan. Karena Jokowi adalah presiden yang sejauh ini kemenangannya didukung relawan yang luar biasa.
"Jokowi juga memberi sinyal bahwa relawan dia berpengaruh ketika mendukung salah satu calon di 2024," pungkasnya.