FX Rudy: Ganjar 'Cah Ndeso' Apa Bisa Pengaruhi FIFA

Elektabilitas Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo turun signifikan selama dua bulan terakhir. Hasil survei calon Presiden yang dilakukan Lembaga Survei Indonesia (LSI) menunjukkan elektabilitas Ganjar turun sekitar 8 persen dari 35 persen ke 26,9 persen.

Arie Sunaryo
Oleh Arie Sunaryo - Reporter
FX Rudy: Ganjar 'Cah Ndeso' Apa Bisa Pengaruhi FIFA
Presiden Jokowi dan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Antara

Elektabilitas Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo turun signifikan selama dua bulan terakhir. Hasil survei calon Presiden yang dilakukan Lembaga Survei Indonesia (LSI) menunjukkan elektabilitas Ganjar turun sekitar 8 persen dari 35 persen ke 26,9 persen.

Di sisi lain, elektabilitas Prabowo Subianto mengalami penguatan. Baik dibandingkan dengan Ganjar Pranowo maupun Anies Baswedan. Tren ini terekam dalam simulasi tiga capres.

Prabowo mengantongi suara sebanyak 30,3 persen, disusul Ganjar dengan 26,9 persen dan Anies 25,3 persen.

Ketua DPC PDIP Solo FX Hadi Rudyatmo tak menampik jika penurunan elektabilitas rekannya dikarenakan gagalnya penyelenggaraan Piala Dunia U-20 di Tanah Air. Sikap Ganjar yang menolak keikutsertaan Israel diduga menjadi salah satu pemicu FIFA mencoret nama Indonesia.

Namun mantan Wali Kota Solo itu meminta agar para pelaku dan pecinta sepakbola bisa memahami sikap tersebut. Penurunan elektabilitas Ganjar juga dialami oleh kandidat lainnya.

"Yang namanya survei itu pasti naik turun. Dulu pak Prabowo turun, sekarang naik. Pak Ganjar turun karena sepak bola, lha ini perlu pemahaman dulu," ujar Rudy saat ditemui di rumahnya, Rabu (12/4).

Menurut Rudy, apapun yang dilakukan, lanjut Rudy, seharusnya sudah diputuskan terlebih dahulu. Rudy yakin jika pembatalan tuan rumah Piala Dunia U-20 bukan karena penolakan yang dilakukan Ganjar dan Gubernur Bali I Wayan Koster.

"Ganjar sama Koster bisa mempengaruhi FIFA itu kan nggak bisa. Cah ndeso ndeso opo ya bisa, kan gitu. Ibaratnya mereka kan orang desa kan, nggak mungkin bisa mempengaruhi," kilahnya.

Rudy optimistis elektabilitas Ganjar akan kembali naik usai kebersamaannya dengan Jokowi. Selain itu, lanjut Rudy, masyarakat sudah mulai paham dengan sikap Ganjar yang menolak kedatangan timnas Israel.

"Yang ditolak itu bukan siapa-siapa kok. Bukan penyelenggara Piala Dunia-nya. Tapi tim dari Israel itu sendiri," katanya.

Selain pertimbangan teknis, menurut Rudy, pembatalan penyelenggaraan Piala Dunia U-20 di Solo adalah faktor keamanan. Sehingga bukan murni akibat sikap penolakan Koster dan Ganjar.

Bangsa Indonesia dan masyarakat pecinta sepakbola, lanjut Rudy, lama kelamaan sadar. Apalagi Indonesia juga tidak mendapatkan hukuman berat dari FIFA.

Lebih lanjut, Rudy mengatakan, munculnya perbedaan sikap atau pendapat terkait Piala Dunia U-20 sebagai kewajaran. Termasuk dirinya dengan Wali Kota Gibran Rakabuming Raka. Hal tersebut pernah terjadi saat menyikapi kenaikan pajak bumi dan bangunan (PBB).

"Perbedaan pendapat itu bagi saya hal yang wajar. Itu sah sah saja, beda pendapat yawis, yang tua mengalah. Nggak masalah, yang namanya manusia nggak mungkin sama pendapat," ucapnya.

Meski elektabilitas Ganjar turun, Rudy memastikan jika Ganjar masih memiliki peluang untuk dipilih menjadi calon Presiden dari PDIP. Namun lagi-lagi Rudy menyampaikan jika pilihan tersebut menjadi hak prerogatif Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri.

"Calon Presiden sudah dikantongnya ketua umum. Berasal dari kadernya sendiri, kadernya bu Mega kan banyak. Cara ketua umum memilih kader itu kan ya sangat jeli. Tidak hanya sekadar milih, pakai puasa juga lho itu," pungkasnya.

Rekomendasi