DPR Duga Isu Transaksi Rp349 T Kemenkeu Hanya untuk Naikkan Pamor Seseorang

Menurut Johan, kasus transaksi mencurigakan ini bisa digunakan menjadi komoditas politik. Untuk menaikan dan menurunkan pamor seseorang.

Ahda Bayhaqi
Oleh Ahda Bayhaqi - Reporter
DPR Duga Isu Transaksi Rp349 T Kemenkeu Hanya untuk Naikkan Pamor Seseorang
Mahfud MD dan Sri Mulyani hadiri rapat di DPR. ©Liputan6.com/Faizal Fanani

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PDIP Johan Budi khawatir kasus transaksi mencurigakan Rp349 triliun hilang begitu saja. Apalagi sudah ramai isu pencapresan 2024.

"Saya haqulyakin isu ini akan hilang, mau percaya? Nanti kita bisa liat Minggu depan, setelah kita ini, coba kita lihat, apalagi sekarang ada isu capres-capresan," kata Johan saat rapat dengan Menko Polhukam Mahfud MD dan Menkeu Sri Mulyani di Komisi III, DPR, Jakarta, Selasa (11/4).

Bahkan, menurut Johan, kasus transaksi mencurigakan ini bisa digunakan menjadi komoditas politik. Untuk menaikan dan menurunkan pamor seseorang.

"Saya takutnya isu ini juga bisa dipakai sebagai komoditi menaikan pamor seseorang atau menurunkan pamor seseorang, ini saya rasa begitu," ujarnya.

Maka itu, Johan juga meminta kepada koleganya agar masalah transaksi mencurigakan terus dikawal sampai selesai. Misal saat rapat dengan Kapolri atau KPK perlu juga ditanyakan masalah ini.

"Saya ingatkan juga kepada Komisi III jangan berhenti pada rapat kali ini saja, nanti kalau dibentuk satgas, atau apapun itu, kita selalu akan ingatkan nant," tegas Johan.

"Entar lagi kita rapat dengan Kapolri dengan KPK mungkin bisa kita titipkan pertanyaan-pertanyaan yang kemudian bisa kita pastikan bahwa apa yang diserahkan oleh ppatk itu ditindaklanjuti oleh penegak hukum," ujarnya.

Rekomendasi