Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera menilai, pembentukan koalisi besar lebih tepat jika dilakukan pada putaran kedua Pilpres 2024. Sebab, menurutnya, koalisi saat ini sudah ideal untuk mengusung masing-masing capres-cawapres.
Diketahui, wacana koalisi besar tersebut merupakan gabungan antara Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) dan Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR).
"Paling baik kalau menurut saya, nanti koalisi besarnya di putaran kedua, gitu loh. Kan lebih bagus, lebih elegan. Kalau sekarang, berani saja, setiap partai atau setiap koalisi, karena kan sebenarnya agak ideal nih. KIB sendiri, KKIR sendiri, KKP, Perubahan untuk Persatuan sendiri," kata Mardani, kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, dikutip Selasa (4/4).
Dia menyebut, jika adanya koalisi besar berpotensi hanya akan ada dua pasangan calon di Pilpres 2024. Sehingga, menyebabkan perpecahan seperti di 2019 lalu.
"Nah nanti tinggal PDIP kan sudah punya golden ticket, mau sendiri boleh, mau gabung salah satu dari tiga boleh, tapi kalau ada upaya untuk cuma dua, buat saya tidak sehat. Kalau cuma dua pasang, jalan yang dicoba diwujudkan itu kita tidak belajar dari 2014 dan 2019," paparnya.
"Kita ingin naik kelas kok. Boleh dua, tapi nanti ketika putaran kedua saja. Itu jauh lebih soft," sambung Mardani.
Kendati demikian, Mardani menegaskan, PKS menyikapi dengan santai atas wacana koalisi besar tersebut. Sebab, dengan adanya komunikasi antar partai politik membuat suasana menjelang Pemilu 2024 damai dan sejuk.
"Cool saja ya. Cool tuh artinya enak saja. Saya mengutip Pak Jusuf Kalla. Sekarang ini bukan tahun politik yang panas, tapi tahun politik yang romantis, karena sedang banyak yang pacaran, sedang banyak yang komunikasi. Nanti yang nikah yang mana, nanti di ujung baru ketahuan, ketika dia daftar di KPU. Nah, jadi, buat kami, monggo saja, masing-masing melakukan komunikasi, dain malah sehat ya," imbuh dia.
Advertisement
Isu koalisi besar lima partai itu muncul setelah Presiden Joko Widodo berkumpul di markas PAN bersama lima ketua umum partai pemerintah. Yang hadir adalah Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dan Plt Ketua Umum PPP Muhammad Mardiono.
Airlangga bicara pentingnya koalisi besar untuk melanjutkan pembangunan era Presiden Joko Widodo. Beragam tantangan mulai dari geopolitik, perubahan iklim, sampai politik identitas.
"Bagi KIB, dalam pertemuan dengan bapak Presiden, keberlanjutan pembangunan dan juga koalisi besar itu penting karena Indonesia adalah negara besar. Tantangan ke depan juga beragam, baik itu climate change, geopolitik indo-pasifik, kemudian juga politisasi identitas masih ada," ujar Airlangga.
Ikuti perkembangan terkini seputar berita Pemilu 2024 hanya di merdeka.com