Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid mengaku, jika koalisi besar yang akan dibentuk dari penggabungan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) dan Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) masih terlihat sulit.
Dia menyebut, kesulitan itu akan ditemukan saat menentukan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres).
"Dari realitas yang ada faktanya tiap-tiap koalisi yang ada ini belum mampu untuk memutuskan siapa calon presiden dan wakil presidennya baik koalisi kebangsaan Indonesia raya, KIB, koalisi perubahan, jadi kerumitannya ada di situ," kata Jazilul, kepada wartawan, Senin (3/4).
"Nah jika nanti berkoalisi atau koalisi besar itu bukannya lebih rumit lagi? Ini yang kami pikirkan apakah nanti atau pengambilan keputusan terkait capres dan cawapres dengan koalisi yang besar itu pakai ukuran dan standar apa memutuskannya, orang kami berdua aja (Gerindra-PKB) aja kesulitan memutuskan, apalagi berlima," sambungnya.
Kendati demikian, dia menyebut, pihaknya tetap akan menjalankan keputusan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin jika ingin membentuk koalisi besar. Namun, Jazilul melihat koalisi besar ini baru sebatas pembahasan antar ketua umum parpol.
Terlebih, PKB harus mendapatkan persetujuan dari para kiai dan ulama terkait pembentukan koali besar tersebut. Sehimgga, menurutnya masih panjang tahapan-tahapan yang harus dilalui untuk membangun koalisi besar.
"Menurut saya masih ada langkah-langkah, masih banyak tahapan yang harus ditempuh sehingga koalisi besar itu jadi," imbuh Jazilul.
Advertisement
Sebelumnya, pertemuan Presiden Joko Widodo dengan lima ketua umum partai pendukung pemerintah membuka peluang terbentuknya koalisi besar. Antara Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang digagas Golkar, PAN, serta PPP dan Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KIR) Gerindra-PKB, bersatu.
Jokowi menggelar pertemuan dengan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, dan Plt Ketua Umum PPP Muhammad Mardiono. Pertemuan digelar di tengah Silaturahmi Ramadan di Kantor DPP PAN, Minggu (2/4).
Sementara itu tidak hadir Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Ketua Umum NasDem Surya Paloh. Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan mengaku telah mengundang kedua tokoh. Tetapi berhalangan hadir.
"Bu Megawati dan Bang Surya Paloh ke luar negeri," ujar Zulkifli usai pertemuan.
Jokowi menilai cocok kalau KIB dan KIR bergabung menjadi koalisi besar. Tetapi, ia tidak ingin memutuskan sendiri dan menyerahkan kepada para ketua umum partai untuk memutuskan apakah akan bergabung atau tidak.
"Saya hanya bilang cocok. Terserah kepada ketua-ketua partai atau gabungan ketua partai. Untuk kebaikan negara untuk kebaikan bangsa untuk rakyat, hal yang berkaitan bisa dimusyawarahkan itu akan lebih baik," kata Jokowi.
Ikuti perkembangan terkini seputar berita Pemilu 2024 hanya di merdeka.com