Ketua DPW Partai NasDem Jawa Barat, Saan Mustopa mengungkapkan nasib koalisi dan calon presiden (capres) yang akan diusung partainya pada Pilpres 2024. Dia menyebut, dalam beberapa bulan ke depan partainya akan lakukan deklarasi.
Diketahui, saat ini Partai NasDem tengah melakukan komunikasi dengan Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Tak hanya itu, NasDem juga sudah memiliki tiga nama bakal calon presiden (capres) yakni, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Panglima TNI Andika Perkasa.
"Nanti dalam waktu beberapa bulan ke depan insyaAllah kita sudah punya apa koalisi dan sudah punya calon presiden yang diusung secara bersama-sama," kata Saan di Gedung Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (16/8).
Advertisement
Dia mengungkapkan, NasDem bersama Demokrat dan PKS terus melakukan komunikasi secara intens dan dekat, yang mana saat ini sudah memasuki tahapan merancang kesepahaman untuk Pemilu 2024.
"NasDem yakin bahwa intensitas komunikasi dengan PKS dengan Demokrat itu semakin Intens, semakin dekat. Mudah-mudahan dalam waktu beberapa bulan ke depan kita sudah terjadi kesepahaman untuk sama-sama mengikat dalam satu ruang yang sama," ujarnya.
Wakil Ketua Komisi II DPR RI itu menjelaskan, perihal mengapa partainya hingga saat ini belum mendeklarasikan secara resmi koalisi maupun capres. Sebab, partainya tengah menyamakan kepentingan untuk Indonesia lebih baik.
"Kita ingin bahwa yang namanya koalisi itu bukan hanya diikat oleh hal-hal yang sifatnya taktis oleh hal-hal yang sifatnya kepentingan semata tapi kita ingin bahwa koalisi itu diikat dalam hal yang strategis dalam konteks kepentingan bangsa nah ini yang menjadi pertimbangan NasDem," ungkapnya.
"Kedua tentukan kita harus menyamakan secara taktis calon yang akan kita bersama jadi tidak bisa misalnya Nasdem punya tiga calon yang sudah ditetapkan di Rakernas ada Pak Anies, Pak Ganjar, Pak Andika, dari 3 nama itu yang diterima atau oleh partai kaya PKS maupun Demokrat yang mana tentu ini juga mereka akan pertimbangkan juga. Jadi selain soal yang strategis tapi juga bagaimana misalnya menyamakan terkait siapa nanti yang akan diusung secara bersama-sama," sambung Saan.