Isu keluarnya politikus Mohamad Taufik dari Partai Gerindra ke Partai NasDem semakin santer. Usai dirinya resmi dicopot sebagai Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, pada sidang rapat paripurna, Kamis (2/6).
Menanggapi isu itu, Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD DKI Jakarta Wibi Andrino mengatakan bahwa terkait isu tersebut telah berkomunikasi dengan Taufik berkaitan rencana kepindahannya.
"Beliau rekan saya di DPRD DKI, komunikasi terjalin baik dan hangat mengenai rencana beliau untuk pindah ke NasDem. Kami tentu terbuka untuk siapa saja yang ingin bergabung," kata Wibi saat dihubungi merdeka.com, Kamis (2/6).
Kendati demikian, Wibi enggan berkomentar lebih lanjut terkait kepindahan tersebut. Karena sampai saat ini Taufik masih belum secara resmi hengkang dari partai besutan Prabowo Subianto tersebut.
"Tapi tentu kami tidak dapat berkomentar banyak karena sampai sekarang beliau masih kader Gerindra. Kami menghormati partai Gerindra selaku sahabat," tuturnya.
Pasalnya, Wibi mengakui jika komunikasi perihal kepindahan Taufik ke partainya tersebut masih perbincangan sebatas informal. "Komunikasi informal sebagai sahabat selalu terjalin," ucapnya.
Alasan Tinggalkan Gerindra
Sebelumnya, Mantan Wakil Ketua DPRD DKI, Mohamad Taufik semakin memberikan sinyal kuat untuk keluar meninggalkan Partai Gerindra. Hal itu menyusul dirinya yang dicopot dari kursi Wakil Ketua DPRD, DKI Jakarta.
"Pindah partai kan hal yang biasa juga. Nggak usah terlalu dipikirin," kata Taufik kepada wartawan usai sidang paripurna di Gedung DPRD DKI, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (2/6).
Berkenaan dengan isu kepindahannya yang akan berlabuh ke partai NasDem, besutan Surya Paloh. Politikus Gerindra ini sambil berkelakar hanya mengamini isu tersebut
"Insyaallah (NasDem) kali yah," kata Taufik.
Meski belum menyatakan secara resmi kepindahannya, namun sinyal kuat Taufik akan memilih NasDem sebagai pilihan partainya. Lantaran partai berwarna biru emas itu sama memiliki latar belakang nasionalis sama dengan Gerindra.
"Gini deh, memang semua berdasarkan pancasila, tapi gerakan di partai itu bisa kita lihat mana gerakan yang bertumpu daripada agama, mana yang bertumpu pada gerakan nasionalis. Nah saya kan berangkatnya dari partai nasionalis. Pasti kalau mau bergeser pun, kecenderungan ke partai nasionalis," bebernya.
Meski belum secara resmi menyatakan tinggalkan partai, Taufik mengungkap alasannya saat ini sudah tidak nyaman berada di partai besutan Prabowo Subianto.
"Ya kita lihat perkembangan ke depan. Karena kita berpartai kan butuh kenyamanan. Kalau anda nggak nyaman di dalam suatu rumah kan pilihannya cuma dua, diam saja atau keluar dari rumah," katanya.
"Salah satunya (karena tidak nyaman). Ya bisa aja karena sirkulasi udaranya kurang baik," tambah Taufik.
Untuk diketahui jika posisi M. Taufik sebagai Wakil Ketua DPRD DKI, akan digantikan Rany Mauliani. Pergantian itu berlangsung saat rapat Paripurna DPRD DKI, Kamis (2/6).
Dimana sebelumnya, Rany Mauliani menjabat sebagai anggota Komisi E DPRD DKI sekaligus Ketua Fraksi Gerindra DPRD DKI.