Wakil Ketua DPR RI Muhaimin Iskandar alias Cak Imin tidak terlihat saat demo mahasiswa menolak penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden di Gedung DPR, Senin (11/4). Terlihat, tiga pimpinan DPR yaitu Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, Lodewijk F Paulus dan Rahmad Gobel yang menemui mahasiswa. Isu penundaan pemilu ini ramai menjadi diskursus publik karena usulan Cak Imin.
Cak Imin ternyata berada di Jeddah, Arab Saudi. Cak Imin sedang melakukan ibadah umrah. Ia juga menemui para pekerja migran Indonesia (PMI) di Arab Saudi. Ketua Umum PKB ini bersyukur sudah dapat melakukan umroh di tengah pandemi.
"Semoga kondisi yang sudah mulai normal ini bisa membawa pengaruh yang baik terhadap ekonomi dan kemajuan seluruh bangsa-bangsa di dunia," katanya dikutip siaran pers, Senin (11/4).
Mahasiswa yang tergabung dalam BEM Seluruh Indonesia (SI) menggelar demonstrasi sebagai reaksi isu penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden.
Pimpinan DPR yang diwakili Dasco, Lodewijk, dan Gobel menemui mahasiswa. Bahkan, DPR menjamin tidak ada proses politik untuk melakukan penundaan pemilu. DPR segera membahas tahapan dan anggaran Pemilu 2024.
"Di DPR ini tidak pernah ada proses politik soal perpanjangan jabatan presiden penundaan pemilu maupun presiden 3 periode," ujar Dasco.
Advertisement
Sebelumnya, isu penundaan pemilu menjadi hangat lantaran Cak Imin mengusulkan penundaan pemilu. Wakil Ketua DPR RI Bidang Korkesra ini mengusulkan penundaan jadwal Pemilu 2024 selama 1 tahun hingga 2 tahun agar momentum perbaikan ekonomi tidak hilang dan tidak terjadi pembekuan ekonomi.
Ia menilai pandemi COVID-19 yang terjadi selama 2 tahun mengakibatkan stagnasi, bahkan penurunan perekonomian nasional. Namun, dalam beberapa waktu ini mulai tampak ada tren perbaikan ekonomi yang cukup positif.
Menurut dia, prospek pertumbuhan ekonomi yang sangat positif ke depan tidak boleh diabaikan sehingga pelaksanaan Pemilu 2024 yang rencananya pada tanggal 14 Februari 2022 jangan sampai mengganggu prospek ekonomi yang sudah berlangsung cukup baik saat ini.
Cak Imin juga mengklaim memiliki big data yang mendukung penundaan pemilu berdasarkan media sosial. Dari 100 juta subjek akun di media sosial, sebanyak 60% mendukung penundaan pemilu dan 40% menolak.
"Big data mulai jadi referensi kebijakan dalam mengambil keputusan. Pengambilan sikap bergeser dari sebelumnya mengacu pada survei, beralih pada big data," katanya.