Calon Anggota Bawaslu RI Fritz Edward Siregar menuturkan, anggota KPU dan Bawaslu kalau betul-betul akrab bakal muncul pertanyaan. Sebab, bakal ada yang curiga kenapa Bawaslu sebagai pengawas tidak memberikan temuan, tidak ada temuan pelanggaran, hingga tidakbada rekomendasi.
Hal ini menjawab pertanyaan anggota DPR dalam uji kelayakan dan kepatutan calon anggota KPU-Bawaslu. Fritz ditanya soal hubungan KPU dan Bawaslu.
"Memang kadang-kadang kalau Bawaslu dan KPUnya akur-akur betul menjadi pertanyaan. Kenapa kok tidak ada temuan, tidak ada pelanggaran, tidak ada rekomendasi itu yang perlu menjadi perhatian," ujar Fritz di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/2).
Meski begitu, Fritz mengakui anggota KPU dan Bawaslu, khususnya di daerah harus lebih sering berkumpul. Supaya tidak ada friksi dan rivalitas dua lembaga penyelenggara pemilu ini.
"Kami berusaha agar KPU dan Bawaslu dimana di berbagai daerah bisa lebih sering berkumpul pak. Biar tidak terjadi friksi-friksi dan rivalitas," ujarnya.
Fritz yang merupakan anggota Bawaslu periode ini, mengakui meminta jajarannya tetap menjaga komunikasi dengan anggota KPU.
"Kami mengakui jajaran kami agar bagaimana, komunikasi tetap terjaga, kewenangan kami sebagai pengawas pemilu yang kewenangan diberikan undang-undang juga dapat kami jalankan di setiap tingkatannya," katanya.