Said Iqbal Soal Partai Buruh: Kami Ingin Berjuang di Parlemen, Bukan Sekadar di Jalan

Presiden KSPI ini bilang, melalui jalur politik di parlemen, Partai Buruh akan memperjuangkan isu-isu yang selalu dibawa kelompok buruh. Selain outsourcing, juga mengenai upah, cuti haid dan hamil bagi karyawan perempuan, jam kerja yang eksploitatif juga perlindungan terhadap buruh.

Ahda Bayhaqi
Oleh Ahda Bayhaqi - Reporter
Said Iqbal Soal Partai Buruh: Kami Ingin Berjuang di Parlemen, Bukan Sekadar di Jalan
Presiden KSPI Said Iqbal. ©2020 Liputan6.com/Tira Santia

Presiden Partai Buruh, Said Iqbal mengatakan kekalahan kelompok buruh ketika pengesahan Omnibus Law UU Cipta Kerja merupakan cikal bakal kelahiran Partai Buruh baru. Untuk itu, buruh ingin berjuang di parlemen bukan hanya di jalan.

"Omnibus Law Ciptaker cikal bakal dilahirkan Partai Buruh. Omnibus Law lah UU Cipta Kerja yang mentrigger Partai Buruh dihidupkan kembali," ujar Said saat Kongres Partai Buruh, Selasa (5/10).

Said mengatakan, salah satu tujuan pihaknya ingin berjuang di parlemen untuk menghapus outsourcing. Tidak hanya perjuangan melalui politik di jalan seperti demonstrasi-demonstrasi yang sering dilakukan kelompok buruh.

"Kami ingin berjuang secara parlemen, bukan lagi sekedar di jalan, di jalan tetap ada sesuai konstitusi, tapi kami ingin berjuang di parlemen, yaitu ingin mengembalikan outsourcing dihapus," ujar Said.

Presiden KSPI ini bilang, melalui jalur politik di parlemen, Partai Buruh akan memperjuangkan isu-isu yang selalu dibawa kelompok buruh. Selain outsourcing, juga mengenai upah, cuti haid dan hamil bagi karyawan perempuan, jam kerja yang eksploitatif juga perlindungan terhadap buruh.

"Perjuangan buruh tidak boleh lagi hanya di jalan-jalan, demonstrasi-demonstrasi perjuangan Partai Buruh harus mendapat tempat dalam konstitusi negara kita. Maka partai adalah salah satu jalan yang kita pilih agar kita bisa ikut memperjuangkan suara buruh, petani, nelayan, guru, masyarakat miskin desa, kota," ujar Said.

Selain itu menurut Said, di negara industri sudah seharusnya ada Partai Buruh. Untuk itu, ia menghidupkan kembali Partai Buruh.

"Kalau negara itu sudah negara industrialis, maka harus ada partai buruh. Indonesia tidak ada. Karena itu apa yang diamanatkan Bang Mochtar dan Bang Sonny, partai buruh yang sudah didirikan sebelumnya kami hidupkan," ucapnya.

Rekomendasi